Ada 3 tahap untuk memiliki Motivated Action, yaitu:
Menciptakan Energi > Menciptakan Emosi > Menyalurkan Emosi = Motivated Action
Let me put it on English because I love the words
Creating Energy > Creating Emotions > Channeling Emotions = Motivated Action
Tahap 1: Menciptakan Energi
Tubuh FISIK anda adalah WADAH energi. Anggaplah tubuh fisik anda sebagai TANKI MOBIL yang menampung BENSIN yang akan membuat mobil tersebut berjalan mencapai tujuan nya. Tanpa bensin, tak peduli seberapapun NIAT nya anda, mobil tersebut tidak akan berjalan.
Nah FISIK manusia membutuhkan 4 elemen untuk membuat energi, yaitu:
+ Nutrisi
+ Tidur
+ Stamina
+ Relaksasi
Keempat elemen diatas saling terkait satu sama lain. Jika salah satu tidak bekerja, maka akan terjadi ketimpangan.Nutrisi adalah apa yang anda makan, kapan anda makan dan brapa banyak anda makan. Kualitas Nutrisi MENENTUKAN kualitas Energi.
Tidur adalah KEGIATAN VITAL yang anda perlu lakukan agar metabolisme tubuh anda terjaga dengan baik. Orang yang kurang tidur memiliki energi jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang cukup tidur.
Stamina adalah daya tahan tubuh terhadap kelelahan. Stamina diperlukan untuk menjaga tubuh anda dalam memproses energi agar TIDAK CEPAT HABIS. Fitness atau olahraga dapat meningkatkan stamina anda. Tak perlu yang berat-berat, sekedar lari pagi dan jalan sore sudah sangat membantu.
Relaksasi adalah penenangan pikiran yang bertujuan untuk mengembalikan fokus dan fungsi tubuh kembali prima. Contoh Relaksasi adalah tidur siang, coffee break, latihan pernafasan serta Rekreasi. Relaksasi sangat diperlukan untuk me-REFRESH fokus yang OVERLOAD. Tanpa relaksasi, kepala anda BAGAIKAN komputer yang overload dengan begitu banyak program. Banyak orang termotivasi untuk ngebut tanpa relaksasi agar pekerjaan mereka cepat selesai, NAMUN pada saat mereka stuck dan mumet, mereka tidak me-REFRESH pikiran mereka karena mereka pikir hal itu hanya MEMBUANG WAKTU. Tapi kenyataan nya tidaklah demikian
Justru berhenti sejenak untuk relaksasi akan MEMBUAT PIKIRAN BARU yang justru membuat pekerjaan lebih cepat selesai.Nanti saya akan membahas lebih detil tentang ini KARENA sangat penting. Nah, ORANG-ORANG SUKSES (secara sadar maupun tidak sadar) tidak hanya selalu termotivasi, tapi juga MENGERTI dalam mengatur energi mereka.
Mereka makan makanan sehat, mereka cukup tidur, mereka melakukan gerak badan dan gemar ber-olah raga. Merekapun AMAT SERING ber-rekreasi untuk relaksasi yang menyebabkan mereka TIDAK terlalu bekerja keras namun selalu sukses bukan? Hmm..Oleh karena itu, pikirkanlah NUTRISI, WAKTU TIDUR, KEBUGARAN tubuh, dan RELAKSASI untuk menciptakan ENERGI yang siap pakai.
Tahap 2: Menciptakan Emosi
Setelah anda memiliki Energi Prima dalam Tubuh anda, anda HARUS membuat Energi tersebut menjadi EMOSI (motivasi) yang akan MENGGERAKAN ACTION anda.Banyak orang memiliki energi, NAMUN mereka tidak mengubahnya menjadi emosi, yang menyebabkan energi mereka MENGUAP dan HILANG begitu saja.Lalu bagaimana mengubah Energi menjadi Emosi?
Sudah tentu PERGERAKAN! ...Kenapa?
Karena EMOSI adalah Energi yang Bergerak (e-motion; energy in motion) Pergerakan disini BUKAN HANYA pergerakan tubuh anda, melainkan PERGERAKAN PIKIRAN anda. Begitu pikiran anda BERGERAK karena sebuah MOTIF, maka disitulah terjadi PENGUBAHAN ENERGI menjadi EMOSI.Oleh karena itu, STIMULASI PIKIRAN dapat menimbulkan emosi.
Contoh stimulasi pikiran adalah Pada saat anda menonton film sedih, maka anda akan sedih.Sedih adalah Emosi.
Pada saat anda sedang beruntung, maka anda akan senang. Senang adalah Emosi.
Pada saat ada orang yang mengejek atau menghina anda, maka anda akan MARAH.Marah adalah Emosi.
Kebanyakan cerita-cerita orang sukses BERAWAL dari EJEKAN dan HINAAN orang lain terhadap diri mereka. EJEKAN tersebut menstimulasi pergerakan dikepala mereka yang DENGAN SEGERA menjadi EMOSI yang akhirnya menjadi MOTIVATED ACTION.
Apapun EMOSI nya, itu dapat menjadi MOTIVATED ACTION.
Coba pikirkan pengalaman anda pada saat anda SEDIH karena putus dari pacar anda… bukankah anda TERMOTIVASI untuk mencari pacar baru?
Pikirkan pada saat ada orang yang membuat anda KESAL
bukankah anda termotivasi untuk BERSAING?
Pikirkan pada saat anda SENANG
bukankah anda termotivasi untuk melakukan pekerjaan anda apapun itu yang pada akhirnya membuat pekerjaan anda CEPAT SELESAI?
Hmmm…
Ingat bahwa DIMANA ADA EMOSI, disitu KESEMPATAN anda untuk mengubahnya menjadi MOTIVATED ACTION.
EMOSI tidak hanya timbul dari pergerakan pikiran saja, melainkan juga pergerakan tubuh. Semakin anda AKTIF BERGERAK, semakin besar EMOSI yang anda ciptakan.
Itulah mengapa seminar-seminar motivasi menyuruh anda berteriak-teriak SAYA BISA! SAYA BISA! dengan tangan mengepal dilemparkan keatas.
Pergerakan tubuh dapat menimbulkan EMOSI.
Coba usap kedua telinga anda menggunakan kedua tangan anda dengan cepat coba menggerakan kedua tangan anda keatas dan kebawah…
coba pukul-pukul kedua pipi anda dengan cepat…
maka anda akan merasakan EMOSI.
Semakin anda bergerak (baik fisik maupun pikiran), semakin banyak emosi yang anda rasakan.
Tahap 3: Menyalurkan Emosi
Jika anda berkunjung ke tempat pengeboran minyak, maka anda akan melihat bahwa pada saat satu titik di Bor, maka Minyak akan kana keluar berhamburan kemana-mana. Jika minyak tersebut TIDAK di SALURKAN menggunakan pipa ke tempat menyimpanan, maka minyak tersebut akan terbuang sia-sia.
Hal tersebutpun SAMA seperti EMOSI
Jika terjadi LEDAKAN emosi tapi anda TIDAK menyalurkan nya KEARAH yang baik, maka sia-sialah emosi tersebut. Contohnya jika ada orang mengejek anda, maka akan terjadi ledakan emosi dalam diri anda. Ledakan tersebut JIKA TIDAK SEGERA disalurkan menjadi MOTIVATED ACTION, maka akan terbuang sia-sia.Ada 2 kesalahan yang dilakukan banyak orang pada saat terjadi ledakan emosi.
Pertama: Pada saat terjadi ledakan emosi, mereka MENEKAN emosi tersebut. Contohnya jika seseorang diejek dan terjadi ledakan emosi, yang ia lakukan adalah MENAHAN emosi tersebut. Hal ini dapat membuatnya depresi karena ledakan emosi jika tidak dikeluarkan akan merusak sel-sel tubuh.
Kedua: Pada saat terjadi ledakan emosi, mereka MENGELUARKAN ledakan tersebut tapi dengan ACTION YANG SALAH. Contohnya jika seseorang diejek, maka ia akan LANGSUNG MARAH, BERBEDAT ataupun BERADU FISIK dengan orang yang mengejeknya. Disatu sisi hal ini benar karena dia MENGELUARKAN ledakan tersebut. Tapi disisi lain dia rugi karena tidak MENYALURKAN ledakan emosi tersebut menjadi MOTIVATED ACTION yang tepat.
Itulah mengapa BANYAK ORANG sepertinya SANGAT TERMOTIVASI tapi hasilnya NOL.
Yang anda perlu lakukan KAPANPUN terjadi ledakan emosi adalah MENYALURKAN emosi tersebut untuk MELAKUKAN MOTIF ANDA. Contohnya jika anda ingin Meraih A, dan teman anda mengejek anda dengan ejekan bahwa anda TIDAK AKAN PERNAH MAMPU Meraih A, maka LEDAKAN dalam diri anda HARUS anda keluarkan dalam bentuk DORONGAN untuk melakukan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan A. Jika disalurkan untuk berdebat atau meradu fisik dengannya, maka sia-sialah emosi anda.
Ejekan, Hinaan, Caci Maki dan Skeptisme adalah HAL POSITIF jika anda dapat MENGGUNAKAN nya dengan tepat.Seperti pepatah lama mengatakan: “bangunlah tangga menuju kesuksesan dari batu bata yang ditimpukan orang kepada anda.”
Salurkan semua ledakan emosi anda untuk MOTIF yang tepat. Jangan sia-siakan ledakan emosi tersebut untuk hal-hal tidak ada hubungannya dengan MOTIF anda.Jika anda dapat melakukan itu, tidak hanya anda akan LEBIH TERMOTIVASI, melainkan juga akan lebih efektif dalam membuat impian anda menjadi nyata!
Kunci sesungguhnya bukanlah seberapa besar motivasi anda, tapi seberapa besar ACTION yang dapat anda hasilkan dari setiap motivasi kecil yang datang menyulut dalam diri.
Kesimpulan:
+ Motivasi datang dari kata Motif (Tujuan). Tanpa Motif anda tidak akan termotivasi.
+ Motivated Action lebih efektif dibandingkan Action tanpa Motivasi.
+ Langkah Motivated Action adalah Menciptakan Energi > Menciptakan Emosi > Menyalurkan Emosi