Laman

Jumat, 30 Juli 2010

belum nemu wae

20-7-2010 jam 11.39 malam (spekulasi prediktif) Setelah kita selesai rapat pengurus di komis baru yang berwujud rumah kontrakan yang megah , mewah ,gagah (menurut penulis) ,sebagian teman-teman kader komisariat isip unpas tidak langsung pulang ke tempat perebahannya tetapi kita melingkar di atas karpet coklat (mungkin coklat adalah warna asli bukan warna yang berubah karena waktu dan debu) milik seorang kader angkatan 2007 yang memilki gaya rambut spike-ikal asal lampung, haya kunimi. Disana kita memakai sisa waktu santai kita untuk mengkaji adanya relasi masa-masa mahasiswa dengan (istilah keren tapi masih tidak nyaman pada sebagian orang karena menunjukan ketidakberuntungan) nilai sebuah entitas kejomblo`an.


Walaupun kita memilih kader sebagai objek kajian secara spontan (demi menjaga kehormatan diri yang bersangkutan penulis tidak mencantumkan namanya disini) kita ber`ngerumpi canda tentang hubungan antara makna jomblo ,keperjakaan dan wisuda. Selintas mengisyaratkan dalam obrolan kita malam yang cerah dan berbahagia itu ,bahwa jomblo adalah ketidakberuntungan yang luar biasa (seakan-akan seperti bencana kemanusiaan) bagi mahasiswa yang menyandangnya selama ia kuliah sampai wisuda,apalagi kuliah di bandung yang `subhanalloh` banyak ciptaan mahakarya dari sang kausaprima berupa `girl` yang cakep-cakep. Penulis yakin bahwa kita tidak mengingkari realitas bandung yang penuh dengan peson-pesona `aduhai – cihuy ` yang terbungkus dalam bentuk keindahan material simetris tersebut (pun bernilai relatif). Meskipun berwacana informal kultural ,penulis menangkap adanya arus logika yang berjalan di kepala-kepala kader disana bahwa jomblo sesuatu yang lucu ,ganjil ,absurd ,beda dan aneh.

Seringkali secara tidak sadar kita sering menganggap suara populer, jamak, mayoritas, opini umum adalah keharusan yang wajar nan lazim untuk di ikuti . ketika ada yang berbeda ,kita akan menuduh kepada yang tertuduh bahwa anda ini abnormal walaupun secara subtansi ,ia sedang atau telah melawan arus hegemoni paradigma sang terbanyak ,mayoritas. Ini beresiko secara horisontal sosial secara langsung maupun tidak, karena yang bersangkutan akan mengalami terpaan angin eksistensi identitas maupun psikologis. Menurut prof. Onong uchjana ,MA pakar komunikasi indonesia ,hal tersebut adalah menyesatkan pengertian dan mencacatkan pesan komunikasi . karena perlu adanya term of refence yang jelas dan terukur yang dapat menghubungkan perbedaan-perbadaan persepsi dan pengalaman terlebih dahulu.

Kadang Dominasi tradisi populer secara tidak langsung mengintimidasi kita sebagai mainstream utama yang tunggal bahwa jomblo adalah simbol ke`tidak berdayaan ,disfungsi aura penampilan, miskin nilai jual, tidak menarik dan lain sebagainya.
Ini yang penting di perhatikan, Apakah benar kita harus dan wajib mempunyai selera sama dengan selera umum (yang di klaim mempunyai nilai universal ) ataukah kita bebas berbeda selera dengan mayoritas ?

Nilai universal adalah nilai-nilai yang terbawa sejak lahir tanpa pengaruh dan tercemari oleh polusi lingkungan antropologis-sosial. Jadi bersifat laten dan terbebas dari masalah yang timbul dari perbedaan ruang dan waktu.
Sedangkan Cinta (inti nilai jomblo) adalah diskursus unik ,subyektif-intuitif , sangat personal. sehingga memiliki aksen khas yang berbeda pada setiap individu untuk di mainkan dan di nikmati dengan cara yang bermacam-macam.

Karena pilihan orientasi mayoritas tidak identik dengan `benar` maka kita bebas merayakan keberagaman perbedaan selera ,pilihan dan minat. Boleh memilih menjadi lajang (menentang dan menantang arus pop) atau berpacaran ( berpartisipasi dalam pesta budaya populer )
Jika kita terkecoh oleh wacana atau bahasan yang tanpa dasar logika yang rapat maka kita akan mengijinkan orang lain menindas selera kita ,gaya kita ,identitas kita.



Salam cihuy
Raden mas justin

09

/Basah kuyup

Kebuntuan dalam benak
Terbentur dinding tebal
Mimpi indah mengawal nafas
Merajut sarung kebebasan

Dalam ramainya tawa fantasi
Sadar n terhentak dalam mimpi
Karena gambar selalu lbh detail
Dari benda yang di gambar
Identitas isi yang tersirat
Berteriak keras
Di zaman yg paradoks
Putih dan hitam kotor dan bersih
Pernahkah, qt mengumam?
Kenapa lebih banyak kerikil dari mutiara
…………. Lebih banyak rumput dari anggrek

Karena diam akan menjadi beban yg membatu
Ambil tongkatmu dan ayunkan
Pada bayangan lelah yang ragu
Teruskan pukulan itu
Sampai ia lari menyerah
Ketika kabut hitam berkumpul
Logika negatif merebut antri
Bangunkan sadar tujuan
Bersama-sama..
Bergeraklah sampai terurai entitas
Karena disana ada nilai
Yang menjadi ruh pembebas

Agar kita dapat hidup
Lebih bernilai




/Wacanaisme

Sehebat apa kemarin
Sepopuler apa dulu
Setinggi apa kerah bajunya
Akan jatuh terhempas keras
Jika sadar bertemu dengan acuh
Dan itu menantang hukum alam
Yang telah pasti n jelas
ia kan rusak n menjadi racun
Karena nol hadir dalam rumus perkalian
1000 x 0 = 0







/Relung jiwa

Bebaskan aku disini
Terpenjara mimpi surga
Melukis indah d atas plastik
Berputar putar bak penari balet

Apalagi yang kurang
Kusempurnakan lamunan
Karena hanya ini solar hidupku
Saat semua menjauh teratur
Bagai pasir besi dengan pangkal magnet

Hening dan gelap
Adalah teman setia
Dalam kosongnya waktu
Dalam kontemplasi ulang
Dalam ruang privat

Dimana ia …
Tersadar Gemetar dalam rindu
Tertidur kalap dengan banjir peluh
Tak pernah ku berhenti
Berlari mencari
Di hutan yang gelap
Di goa yang dingin
Dalam mimpi yang berkabut
Tanpa ia , aku berkeping
berdebu tersapu angin
Disini
Aku berdoa, bahwa aku disini





/bersarung tissu

sepi memekat
Tanpa tahu arti gelap
Jauh menghela jarak
Perih mendera gerak
kosong dingin
Setia menyelimuti

Tak bosannnya
Terpaan angin
Menggoyang gubuk asaku
Jenuh heran
Dalam ,kenapa
Bunyi asing dan pesing
Racun-racun persepsi
Dengan pikiran yg terpilin
Laksana bensin
Yang menyiram bara
Hwussshhh

Jilatan api meloncat
Pongah walo sesaat
Dengan sedikit cahaya
Yang memaksa masuk
Melewati dinding gua
Kuterhela sejenak
Karena tanahku yang kering
Tersiram , meresap

Ketika hujan enggan
Turun tersenyum
Walau dalam lukisan lilin
Mengapa peluh
Tak kunjung kering
Dan terusap

Tak guna lagi
Kita bernarasi dalam drama
Yang melankolis
Disini di jalan kurdi
Aku berdiri
Menatap malam yang bisu
Dengan cita yang terluka
Dengan masa yang tersisa
Kusapu sampah-sampah hati



/benar

Sejak itu..
Ku salahkan semua
Karena aku jago menuntut n menyalahkan
Akulah yang paling berhak menilai dan memutuskan
Aku adalah objektif
Karena semuanya salah palsu sesat
Kecuali aku

Kepastian , kesempurnaan
Adalah selalu kugariskan tebal-tebal
Walau seringkali hanya dalam fantasi
Yang kosong dingin sunyi parau
Tak bosan aku bdongeng dalam gumam
Untuk menegaskan , semuanya salah
Yakin itu
Apapun siapapu bagaimanapun
Kecuali aku

Walau Mereka lelah tak berdaya kurus getir
Mereka tetap salah
Salah dan aku betul
Salah karena mereka tak sesuai harapan
Aku tak mau dengar dan tak mau tahu
Karena aku adalah manusia yang mensucikan
Aku benar-benar benar
Dan
Kau,
haram untuk membenarkanku

aku serius !!



/Kampus

Mimpi +Usaha = hasil
Adalah sempurna
Sempurna realitas nya
terlepas
Baik atau buruk penilaian
Karena ini tempat untuk belajar
Belajar mandiri
Belajar sadar
Bahwa kita kumpulan
Manusia yang berkhayal

Menuju kampus kelas dunia
Itulah slogan nya
Hmm
Mimpi yang tipis
Tipis
Jika ada revolusi besar
Revolusi kesadaran
Untuk mengabdi
Dengan tulus mencetak generasi

..
Suratan apapun kami terima
Selama etika kemanusiaan tergenggam
..

Terima kasih dosen
Kalian mengajarkan 2
Tidak ada yang bisa di andalkan
Kecuali diri kita
Dan
Jangan banyak berharap
Bergantung lah
Pada keinginan yang kuat

fesbuk n maskulinitas mahasiswa

`Ah w mau update status ahh, bĂȘte banget hari in, huft`
Kata naruto (nama samaran) ,mahasiswa 2007 (bukan mahasiswi)

Dalam hitungan permilidetik, dengan sigap segera berlarian jari-jarinya yang terlatih dengan tertib, menekan dengan tepat tombol kecil hape qwerty

Banyak sekali fenomena sekarang rakyat Indonesia eksis di dunia maya dalam negara fesbuk. Baik itu dari guru, mahasiswa , tukang sayur sampai ke para birokrat terhormat. Yang menarik adalah bukan ukuran partisipasi aktif dalam bergaul bergaya didunia itu akan tetapi yang unik ialah terciptanya pola-pola berekspresi dalam mengartikulasikan keadaan dari berbagai cara pandang yang unik dan baru dalam bentuk tulisan . adalah ketika sebagian mereka yang menuangkan ide ke dalam rangkaian kata yang membentuk kalimat status yang mendayu-dayu , diksi yang di-imut-kan, kalimat puitis inspiratif atau sekedar mengabarkan keadaan emosi saja. Bisa di katakan wajar ketika yang menulis status`itu` adalah mereka yang berasal dari golongan anak SMA ke bawah (yang notabene sangat dinamis kondisi psikisnya setiap waktu dan membutuhkan `bantuan` ). Lain soal jika kita mendapati mereka dari golongan terpelajar ,mahasiswa (bukan mahasiswi lagi).bukan diskursus gender yang kita angkat tetapi lebih ke arah memverifikasi kausalitas fenomena maskulinitas di media sosial online ,facebook.

Tidak ada masalah jika seorang lelaki mempunyai masalah dan curhat ke pada teman yang di percaya.tapi lain soal jika dalam ruang publik yang luas lelaki tersebut memberi informasi tentang kondisi privat nya , entah itu masalah yang intim atau hal yang sangat personal. Jika hal ini terus menerus berulang maka berubahlah karakter alamiah dalam kondisi ke-lelaki-an itu. Contoh kecil ialah jika ybs mudah mengeluh ,sering masuk dan terlena dalam dunia romantisme fantasi sampai tenggelam dalam kelesuan dan ketidak berdayaan . Laki-laki adalah jenis mahluk hidup dari golongan manusia yang memiliki sifat kejantanan. Kuat fisik ,mental tegar, berani menerima kompetisi adalah sifat alami purba dari seorang lelaki. Dalam dunia antropologi, lelaki di konotasikan sebagai manusia yang tangguh ,kuat dan mempunyai karakter.karena mahluk ini sering tampil dengan gagah nya menjawab masalah-masalah yang bertamu dalam dirinya.

kembali ke wacana di atas, maskulinitas dalam pergaulan modern perlahan-lahan telah mulai bergeser. Seiring waktu bergulir, perubahan adalah keniscayaan yang pasti.baik dari perkembangan cara berpikir dan pola sikap manusia-manusia. Sangat dinamis bahkan progresif, sehingga dapat merubah cara hidup atau bahkan identitas manusia. Aktualnya masalah teknologi yang berkaitan erat dengan masalah lingkungan dan kemanusiaan itu sendiri, aktualnya diskursus bayi-bayi hasil cloning dan transgender yang telah di sahkan oleh negara `maju` ,actual nya kebudayaan local kita tergerus oleh aruas budaya globalisasi dan masih banyak contoh yang sejenis. Di atas adalah sebagian contoh diktum wacana-wacana kekinian yang populer .

Kita sering beranggapan bahwa sebuah nilai-nilai universal akan berlaku di semua tempat di dunia,maka hal ini tidak berlaku ketika arus posmodernisme bergandengan tangan dengan zaman kontemporer sekarang yang menganut `globalisasi` sebagai agama barunya. Hampir semua hal mendapatkan ruang penafsiran masing-masing (relatif) dan sah. Karena manusia tidak mempunyai otoritas murni untuk mendapatkan penafsiran yang absolut. ini terjadi ketika seorang yang berkelamin lelaki mempunyai kecenderungan `strowberry`atau kebebasan menciptakan `agama-agama` . Atas nama hak asasi dan kebebasan ,Tidak ada yang berhak mengklaim salah atas pilihan manusia .dengan dalih ,biarkan mereka memilki ruang hidup karena manusia tidak ada yang mutlak benar dalam memutuskan dengan cara bagaimana manusia itu harus hidup. Selama hal itu belum mengganggu ketertiban umum ,maka masalah tersebut tidak bisa di pidanakan.

Dalam dunia fesbuk ,manusia secara sadar di pertemukan oleh sebuah lahan yang bebas untuk bisa saling mengenal, mengakses informasi dan beragam tawaran-tawaran yang di hadirkan oleh tim creator fesbuk. Ini lazim. ketika penjual selalu meng-upgrade kualitas barang dagangannya.dan ragam `konsumen fesbuk` semakin menikmati , mencintai dan bebas berkreasi dengan media yang unik tersebut. Perihal informasi data diri, data privat ,identitas personal tercantum disana sehingga terciptalah dinding tipis antara ruang public dengan ruang privat dan pada sebagian kasus dinding pembatas tersebut hilang.

Internet dan facebook adalah benda yang netral. Seperti hal nya tusuk gigi, ia membantu orang yang bermasalah dengan mulut setelah makan opor ayam, ia dapat menjadi alat kesehatan dalam terapi akupuntur namun ia juga mampu mencelakakan orang. sangat banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari penggunaan media sosial berbasis cyber ini. Disana kita akan mendapati berita terbaru dari kawan kita, grup-grup akademis hobi sampai ke ruang diskusi yang interaktif. Jika kita memanfaatkan fasilitas tersebut ,ada berapa banyak keuntungan informasi dan hal-hal baru yang kita dapatkan dalam sekali duduk menghadap ke layar computer.

Rahmat jabaril Seniman bandung,pernah mengatakan bahwa fesbuk telah menciptakan ruang imaji anak muda yang palsu sarat dengan imitasinisme terhadap tren-tren popular dan global sehingga retak identitas pemuda yang berbudaya. Satu contoh terlihat ketika anak muda ini bermain ekspresi dengan foto, terlihat jelas di mereka memaksakan sebuah `kesan ` di balik gaya ekspersi wajah mereka. absurd. Yang sebenarnya mereka menyimpan `masalah` dibalik ekspresi wajah dalam foto-foto mereka. Jika generasi muda kita hanyut dalam sensasi maya yang meninabobokan potensi dan membiarkan gairah semangat masa mudanya meleleh ke tempat yang tidak produktif. Maka hal tersebut dapat menciptakan kesimpulan determinan yang menunjukkan melemahnya tunas bangsa kita yang menjadi pewaris sah negara kita dan dalam hitungan tahun kita akan menjadi bangsa yang benar-benar mudah di tipu.

Kita mengambil jarak sejenak untuk melihat konsumen mayor aktif dari media sosial ini. Data statistic menunjukkan jarum nya ke golongan remaja. Dalam dunia psikologi, remaja adalah mereka yang berusia muda dan mempunyai potensi luar biasa (gairah dan gejolak eksistensi) dalam memandang sebuah nilai prestasi. Karena mereka belum banyak di hitamkan oleh pengalaman-pengalaman kegagalan. Keberanian , inovasi, kreativitas adalah karakter khas yang di miliki oleh pemuda (alih-alih mahasiswa).

Sangat deras memang ,arus budaya pop yang menjadi tren pergaulan di era globalisasi ,dalam dasawarsa terakhir ini. Semakin kencang arusnya sampai sebagian besar kaum muda kita di loyo-kan oleh kecanggihan teknologi. Kegandrungan chatting dan fesbuk, keranjingan main game online adalah contoh kecil kondisi ironis dalam lingkungan kita.sangat benar kita memang membutuhkan hiburan dalam porsi yang wajar.manusia dapat menjadi stress bahkan gila jika ia jarang menyentuh hiburan. Akan tetapi hiburan dapat menjadi candu yang beracun jika berlebihan kita memakainya. Karena kita mahasiswa (kelas sosial yang diklaim mempunyai kekuatan nalar lebih) tidak perlu di ragukan lagi bahwa mahasiswa bukanlah segerombolan manusia yang mudah terjebak dan terlena oleh nikmatnya barang baru.tapi mereka bisa mengendalikan dirinya untuk tetap pada garis produktif dan menjaga kelayakan sebagai seorang `mahasiswa` .










Salam darah muda