`Ah w mau update status ahh, bĂȘte banget hari in, huft`
Kata naruto (nama samaran) ,mahasiswa 2007 (bukan mahasiswi)
Dalam hitungan permilidetik, dengan sigap segera berlarian jari-jarinya yang terlatih dengan tertib, menekan dengan tepat tombol kecil hape qwerty
Banyak sekali fenomena sekarang rakyat Indonesia eksis di dunia maya dalam negara fesbuk. Baik itu dari guru, mahasiswa , tukang sayur sampai ke para birokrat terhormat. Yang menarik adalah bukan ukuran partisipasi aktif dalam bergaul bergaya didunia itu akan tetapi yang unik ialah terciptanya pola-pola berekspresi dalam mengartikulasikan keadaan dari berbagai cara pandang yang unik dan baru dalam bentuk tulisan . adalah ketika sebagian mereka yang menuangkan ide ke dalam rangkaian kata yang membentuk kalimat status yang mendayu-dayu , diksi yang di-imut-kan, kalimat puitis inspiratif atau sekedar mengabarkan keadaan emosi saja. Bisa di katakan wajar ketika yang menulis status`itu` adalah mereka yang berasal dari golongan anak SMA ke bawah (yang notabene sangat dinamis kondisi psikisnya setiap waktu dan membutuhkan `bantuan` ). Lain soal jika kita mendapati mereka dari golongan terpelajar ,mahasiswa (bukan mahasiswi lagi).bukan diskursus gender yang kita angkat tetapi lebih ke arah memverifikasi kausalitas fenomena maskulinitas di media sosial online ,facebook.
Tidak ada masalah jika seorang lelaki mempunyai masalah dan curhat ke pada teman yang di percaya.tapi lain soal jika dalam ruang publik yang luas lelaki tersebut memberi informasi tentang kondisi privat nya , entah itu masalah yang intim atau hal yang sangat personal. Jika hal ini terus menerus berulang maka berubahlah karakter alamiah dalam kondisi ke-lelaki-an itu. Contoh kecil ialah jika ybs mudah mengeluh ,sering masuk dan terlena dalam dunia romantisme fantasi sampai tenggelam dalam kelesuan dan ketidak berdayaan . Laki-laki adalah jenis mahluk hidup dari golongan manusia yang memiliki sifat kejantanan. Kuat fisik ,mental tegar, berani menerima kompetisi adalah sifat alami purba dari seorang lelaki. Dalam dunia antropologi, lelaki di konotasikan sebagai manusia yang tangguh ,kuat dan mempunyai karakter.karena mahluk ini sering tampil dengan gagah nya menjawab masalah-masalah yang bertamu dalam dirinya.
kembali ke wacana di atas, maskulinitas dalam pergaulan modern perlahan-lahan telah mulai bergeser. Seiring waktu bergulir, perubahan adalah keniscayaan yang pasti.baik dari perkembangan cara berpikir dan pola sikap manusia-manusia. Sangat dinamis bahkan progresif, sehingga dapat merubah cara hidup atau bahkan identitas manusia. Aktualnya masalah teknologi yang berkaitan erat dengan masalah lingkungan dan kemanusiaan itu sendiri, aktualnya diskursus bayi-bayi hasil cloning dan transgender yang telah di sahkan oleh negara `maju` ,actual nya kebudayaan local kita tergerus oleh aruas budaya globalisasi dan masih banyak contoh yang sejenis. Di atas adalah sebagian contoh diktum wacana-wacana kekinian yang populer .
Kita sering beranggapan bahwa sebuah nilai-nilai universal akan berlaku di semua tempat di dunia,maka hal ini tidak berlaku ketika arus posmodernisme bergandengan tangan dengan zaman kontemporer sekarang yang menganut `globalisasi` sebagai agama barunya. Hampir semua hal mendapatkan ruang penafsiran masing-masing (relatif) dan sah. Karena manusia tidak mempunyai otoritas murni untuk mendapatkan penafsiran yang absolut. ini terjadi ketika seorang yang berkelamin lelaki mempunyai kecenderungan `strowberry`atau kebebasan menciptakan `agama-agama` . Atas nama hak asasi dan kebebasan ,Tidak ada yang berhak mengklaim salah atas pilihan manusia .dengan dalih ,biarkan mereka memilki ruang hidup karena manusia tidak ada yang mutlak benar dalam memutuskan dengan cara bagaimana manusia itu harus hidup. Selama hal itu belum mengganggu ketertiban umum ,maka masalah tersebut tidak bisa di pidanakan.
Dalam dunia fesbuk ,manusia secara sadar di pertemukan oleh sebuah lahan yang bebas untuk bisa saling mengenal, mengakses informasi dan beragam tawaran-tawaran yang di hadirkan oleh tim creator fesbuk. Ini lazim. ketika penjual selalu meng-upgrade kualitas barang dagangannya.dan ragam `konsumen fesbuk` semakin menikmati , mencintai dan bebas berkreasi dengan media yang unik tersebut. Perihal informasi data diri, data privat ,identitas personal tercantum disana sehingga terciptalah dinding tipis antara ruang public dengan ruang privat dan pada sebagian kasus dinding pembatas tersebut hilang.
Internet dan facebook adalah benda yang netral. Seperti hal nya tusuk gigi, ia membantu orang yang bermasalah dengan mulut setelah makan opor ayam, ia dapat menjadi alat kesehatan dalam terapi akupuntur namun ia juga mampu mencelakakan orang. sangat banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari penggunaan media sosial berbasis cyber ini. Disana kita akan mendapati berita terbaru dari kawan kita, grup-grup akademis hobi sampai ke ruang diskusi yang interaktif. Jika kita memanfaatkan fasilitas tersebut ,ada berapa banyak keuntungan informasi dan hal-hal baru yang kita dapatkan dalam sekali duduk menghadap ke layar computer.
Rahmat jabaril Seniman bandung,pernah mengatakan bahwa fesbuk telah menciptakan ruang imaji anak muda yang palsu sarat dengan imitasinisme terhadap tren-tren popular dan global sehingga retak identitas pemuda yang berbudaya. Satu contoh terlihat ketika anak muda ini bermain ekspresi dengan foto, terlihat jelas di mereka memaksakan sebuah `kesan ` di balik gaya ekspersi wajah mereka. absurd. Yang sebenarnya mereka menyimpan `masalah` dibalik ekspresi wajah dalam foto-foto mereka. Jika generasi muda kita hanyut dalam sensasi maya yang meninabobokan potensi dan membiarkan gairah semangat masa mudanya meleleh ke tempat yang tidak produktif. Maka hal tersebut dapat menciptakan kesimpulan determinan yang menunjukkan melemahnya tunas bangsa kita yang menjadi pewaris sah negara kita dan dalam hitungan tahun kita akan menjadi bangsa yang benar-benar mudah di tipu.
Kita mengambil jarak sejenak untuk melihat konsumen mayor aktif dari media sosial ini. Data statistic menunjukkan jarum nya ke golongan remaja. Dalam dunia psikologi, remaja adalah mereka yang berusia muda dan mempunyai potensi luar biasa (gairah dan gejolak eksistensi) dalam memandang sebuah nilai prestasi. Karena mereka belum banyak di hitamkan oleh pengalaman-pengalaman kegagalan. Keberanian , inovasi, kreativitas adalah karakter khas yang di miliki oleh pemuda (alih-alih mahasiswa).
Sangat deras memang ,arus budaya pop yang menjadi tren pergaulan di era globalisasi ,dalam dasawarsa terakhir ini. Semakin kencang arusnya sampai sebagian besar kaum muda kita di loyo-kan oleh kecanggihan teknologi. Kegandrungan chatting dan fesbuk, keranjingan main game online adalah contoh kecil kondisi ironis dalam lingkungan kita.sangat benar kita memang membutuhkan hiburan dalam porsi yang wajar.manusia dapat menjadi stress bahkan gila jika ia jarang menyentuh hiburan. Akan tetapi hiburan dapat menjadi candu yang beracun jika berlebihan kita memakainya. Karena kita mahasiswa (kelas sosial yang diklaim mempunyai kekuatan nalar lebih) tidak perlu di ragukan lagi bahwa mahasiswa bukanlah segerombolan manusia yang mudah terjebak dan terlena oleh nikmatnya barang baru.tapi mereka bisa mengendalikan dirinya untuk tetap pada garis produktif dan menjaga kelayakan sebagai seorang `mahasiswa` .
Salam darah muda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar