/Basah kuyup
Kebuntuan dalam benak
Terbentur dinding tebal
Mimpi indah mengawal nafas
Merajut sarung kebebasan
Dalam ramainya tawa fantasi
Sadar n terhentak dalam mimpi
Karena gambar selalu lbh detail
Dari benda yang di gambar
Identitas isi yang tersirat
Berteriak keras
Di zaman yg paradoks
Putih dan hitam kotor dan bersih
Pernahkah, qt mengumam?
Kenapa lebih banyak kerikil dari mutiara
…………. Lebih banyak rumput dari anggrek
Karena diam akan menjadi beban yg membatu
Ambil tongkatmu dan ayunkan
Pada bayangan lelah yang ragu
Teruskan pukulan itu
Sampai ia lari menyerah
Ketika kabut hitam berkumpul
Logika negatif merebut antri
Bangunkan sadar tujuan
Bersama-sama..
Bergeraklah sampai terurai entitas
Karena disana ada nilai
Yang menjadi ruh pembebas
Agar kita dapat hidup
Lebih bernilai
/Wacanaisme
Sehebat apa kemarin
Sepopuler apa dulu
Setinggi apa kerah bajunya
Akan jatuh terhempas keras
Jika sadar bertemu dengan acuh
Dan itu menantang hukum alam
Yang telah pasti n jelas
ia kan rusak n menjadi racun
Karena nol hadir dalam rumus perkalian
1000 x 0 = 0
/Relung jiwa
Bebaskan aku disini
Terpenjara mimpi surga
Melukis indah d atas plastik
Berputar putar bak penari balet
Apalagi yang kurang
Kusempurnakan lamunan
Karena hanya ini solar hidupku
Saat semua menjauh teratur
Bagai pasir besi dengan pangkal magnet
Hening dan gelap
Adalah teman setia
Dalam kosongnya waktu
Dalam kontemplasi ulang
Dalam ruang privat
Dimana ia …
Tersadar Gemetar dalam rindu
Tertidur kalap dengan banjir peluh
Tak pernah ku berhenti
Berlari mencari
Di hutan yang gelap
Di goa yang dingin
Dalam mimpi yang berkabut
Tanpa ia , aku berkeping
berdebu tersapu angin
Disini
Aku berdoa, bahwa aku disini
/bersarung tissu
sepi memekat
Tanpa tahu arti gelap
Jauh menghela jarak
Perih mendera gerak
kosong dingin
Setia menyelimuti
Tak bosannnya
Terpaan angin
Menggoyang gubuk asaku
Jenuh heran
Dalam ,kenapa
Bunyi asing dan pesing
Racun-racun persepsi
Dengan pikiran yg terpilin
Laksana bensin
Yang menyiram bara
Hwussshhh
Jilatan api meloncat
Pongah walo sesaat
Dengan sedikit cahaya
Yang memaksa masuk
Melewati dinding gua
Kuterhela sejenak
Karena tanahku yang kering
Tersiram , meresap
Ketika hujan enggan
Turun tersenyum
Walau dalam lukisan lilin
Mengapa peluh
Tak kunjung kering
Dan terusap
Tak guna lagi
Kita bernarasi dalam drama
Yang melankolis
Disini di jalan kurdi
Aku berdiri
Menatap malam yang bisu
Dengan cita yang terluka
Dengan masa yang tersisa
Kusapu sampah-sampah hati
/benar
Sejak itu..
Ku salahkan semua
Karena aku jago menuntut n menyalahkan
Akulah yang paling berhak menilai dan memutuskan
Aku adalah objektif
Karena semuanya salah palsu sesat
Kecuali aku
Kepastian , kesempurnaan
Adalah selalu kugariskan tebal-tebal
Walau seringkali hanya dalam fantasi
Yang kosong dingin sunyi parau
Tak bosan aku bdongeng dalam gumam
Untuk menegaskan , semuanya salah
Yakin itu
Apapun siapapu bagaimanapun
Kecuali aku
Walau Mereka lelah tak berdaya kurus getir
Mereka tetap salah
Salah dan aku betul
Salah karena mereka tak sesuai harapan
Aku tak mau dengar dan tak mau tahu
Karena aku adalah manusia yang mensucikan
Aku benar-benar benar
Dan
Kau,
haram untuk membenarkanku
aku serius !!
/Kampus
Mimpi +Usaha = hasil
Adalah sempurna
Sempurna realitas nya
terlepas
Baik atau buruk penilaian
Karena ini tempat untuk belajar
Belajar mandiri
Belajar sadar
Bahwa kita kumpulan
Manusia yang berkhayal
Menuju kampus kelas dunia
Itulah slogan nya
Hmm
Mimpi yang tipis
Tipis
Jika ada revolusi besar
Revolusi kesadaran
Untuk mengabdi
Dengan tulus mencetak generasi
..
Suratan apapun kami terima
Selama etika kemanusiaan tergenggam
..
Terima kasih dosen
Kalian mengajarkan 2
Tidak ada yang bisa di andalkan
Kecuali diri kita
Dan
Jangan banyak berharap
Bergantung lah
Pada keinginan yang kuat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar