kriminalitas batin
sumpah ,aku ga suka melihatmu
karena selalu menyita fokus-ku
tapi aku ga sanggup mengontrol tubuhku untuk berhenti dengan mu
aku ga suka rasa yang terbudakkan
tapi aku damai dengan gangguan ini
aku semakin aneh dan stroke karena mu
kau harus bertanggung jawab
kau harus merasakan penderitaan serupa
aku gak mau sendirian tersiksa
aku ingin merayakan kesakitan ini bersamamu
berpesta dependensi yg ambigu
wahai perampok konsentrasi-
vengeance
dear , my devil
i can break your heart
after u destroy my heart
ur shadow make me crazy
ur smile make me stupid
that in past , in history
now and in future ..
i had a score to settle with sadist beauty
i do good crack spritual
ur soul will be disablement
because me
in order that ,
we can feel coolness hell and hot paradise together
in the name of affection
from your angel
Rabu, 22 Desember 2010
Nerimo ing pandum ( rela )
Kita merupakan buronan , yang di kutuk dengan nostalgia, drama sendu, penyakit dan kematian. Karena kita tak lebih dari bagian peristiwa-peristiwa dalam proses sandiwara kehidupan setelah kehancuran manusia sebelum kita. Seperti halnya kita menciptakan sang pahlawan melalui lagu-lagu sedih dan ritual-ritual sakral kita. Si pahlawan menderita dan kita menikmati pertunjukannya. Penderitaan yang menjadi kisah kemudian berubah menjadi kenikmatan. Apa yang terjadi di panggung memberi kesenangan bagi penonton, karena si pahlawan menjalani penderitaannya.
Seringkali musik merangkul tangisan kesakitan , keputusasaan dan pemberontakan sebagai keindahan yang menyenangkan batin. Ia mengekspresikan keinginan untuk mengakhiri pemaksaan sosial dan ketidakpantasan seksual. sehinggai ia mampu mengekang energi yang menghancurkan yang mengarah ke kekosongan. Mengambil tesis dari darwin , survival of the fitest, adalah benar dan barbarisme merupakan jalan satu-satunya menuju kemajuan.
Realitas materi yang saling menegasi demi kelangsungan eksistensi materi tersebut adalah informasi yang sudah lama kita ketahui. Di dalam sistem budaya , sosial dan politik selalu terjadi kompetisi yang saling menindih satu sama lain. Tak ayal jika kekuatan (dalam arti apapun) adalah keharusan yang wajib di kuasai demi kegembiraan.ter kadang penulis curiga bahkan ragu dengan potensi , harapan , optimis , semangat n wish word lainya. karena itu seluruhnya adalah upaya memanipulasi keadaan diri. Kalo kalah ya kalah, nikmati saja kekalahan n pasrah lah. tidak perlu kita menipu diri dengan merekayasa imajinasi merangkai ilusi untuk menghibur diri karena ketidak beruntungan kita. berpesta dalam ketidak berdayaan lebih menarik ketimbang membakar diri dengan semangat , tuntutan diri, dan lain-lain.
karena manusia sering kali berharap dan sesering itu pula gagal. sebagian dari mereka mencoba menginventaris hidup mereka dengan tumpukan target dan pekerjaan, lalu mencoba berspekulasi dengan alam . ia bertransaksi dengan keadaan diri , lingkungan (baca: alam ) , padahal ia tahu alam adalah sebuah sistem besar yang menopang semesta dan manusia. yang dengannya semua benda materi dan imateri bergantung.
artinya manusia sedang berhadapan dengan satu hukum besar yang menjaga manusia dan non manusia itu ada dan yang memelihara keharmonisan keber-ada-an tersebut . dan mustahil , makhluk kecil dan imut seperti kita ingin menantang arus yang sudah terpola dalam sistem besar tesebut. manusia, adalah salah satu spesies dari jutaan spesies yang hidup di alam raya. dan spesies ini cenderung arogan dan pongah atas kemampuan pikiran dan kemampuan kreasi . dengan kehebatan perkakas alamiah tersebut, ras ini menduga bahwa mereka dapat menawar , berkompromi, berkongkalikong dengan alam. karena spesies ini (sesuai naluri ) , selalu berharap lebih meminta banyak atas kondisi dirinya. banyak yang terpenuhi dan jauh lebih banyak yang gagal . ketidak mampuan menerima diri dan kondisi diri, mereka akumulasikan dengan kontruksi pikiran dengan emosional yang berwujud `harapan` yang tak lebih dari perjuangan ego dan perawatan eksistensi.
banyak stimulus atau usaha yang manusia ciptakan dalam mendekatkan dirinya dengan situasi yang ia `bayangkan`. Ini menyebabkan manusia bertengkar dengan diri sendiri. Padahal bertengkar dengan diri sendiri lebih berbahaya dari pada bertengkar dengan manusia lain. Retak , pecah adalah efek yang harus di tanggung. sebab, keretakan dan perpecahan diri mampu membuat manusia menjadi aneh dengan ruang privat yang di penuhi dengan kondisi kejiwaaan yang absurd dan tuntutan psikologi internal yang alot. tak jarang bagi mereka yang tak mampu menambal keretakan diri, mereka malah memperbesar retak yang akhirnya hancur (gila atau bunuh diri) sebagai bentuk pelarian dari tuntutan dan keharusan menjawab pertanyaan eksistensi dirinya .keterkaitan dan kebergantungan manusia dengan subjek-subjek lain membuat sesama manusia berkompromi dan bertransaksi mutualisme , yang akhirnya manusia rela mereduksi diri sesuai dari order/ request dari subjek lain tersebut.
Apakah ini benar ? mengapa harus demikian ?
Sebagai contoh kasus, terkadang penulis berpikir , bahwa `aku` manusia ( personal ) bukanlah aku manusia (individu) , aku adalah ia yang ada dalam rekayasa imaji ekspektatif. `aku` masih selalu berkelahi dengan `aku` sendiri . sebagai upaya mengeluarkan otentitas aku-nya dari entitas entitas palsu ke-aku-an yang lahir dari kompromi atau transaksi yang mereduksi diri. seperti terlukis dalam rangkaian kalimat dari tesis filsafat jawa ``aku akan terus mencari aku sejati yang terpendam dalam tanah mental dan lembah falsafati yang berlapis-lapis`` mungkin ungkapan ini dapat mewakili atas usaha apa yang seharusnya kita lakukan. aku ada (epistemologis) dan juga tiada (ontologis)
resonansi ,interspektif adalah satu dari sekian cara untuk menemukan `aku yang terkubur` oleh kontruksi-kontruksi persepsi dan lingkungan. bagi pramodya ananta toer, mempelajari diri manusia adalah hal yang tak pernah usah , selesai dan tema ini tak akan kempot atau kempis sepanjang manusia hidup. menarik memang. akan tetapi cukup membuat waktu kita habis terkuras sehingga dapat membuat tertundanya tugas kampus dan tugas hati .
Metafisikaisme
kosong karena kepenuhan
hening karena keramaian
hilang karena kbanyakan
lecet karena perawatan
09:35 pm
Roman picisan
kau ..
adlh pagi hari
kau ..
adlh segar pula sejuk
kau ..
adlh aku yang mengemanasi
kau
adlh persepsi
kau
adlh motif tunggal
kau
adlh asa yang tercakar
tapi
kau adlh perusak masa depan
kau adlh penghancur mimpi
kau adlh pembantai cita-cita
kau adlh penyayat logika
kau adlh kejahatan estetis
kau, seperti rumus kimia yang terumit
kau, rangkaian huruf yang mencandu
kau, gravitasi nafas dan magnet ekspektasiku
kau, repetisi yang membuatku diam kalah
penyakit apa ini..
yang membuat independensiku terganggu
dan sukses membuatku autis dan abnormal
kepalaku memberat jantungku kejang
ternyata setelah curhat ke biksu muda
ia bersabda kepadaku , aku terkena sinting
.. karena ia penyihir pertama yang kutemui
12/12/10
Kita merupakan buronan , yang di kutuk dengan nostalgia, drama sendu, penyakit dan kematian. Karena kita tak lebih dari bagian peristiwa-peristiwa dalam proses sandiwara kehidupan setelah kehancuran manusia sebelum kita. Seperti halnya kita menciptakan sang pahlawan melalui lagu-lagu sedih dan ritual-ritual sakral kita. Si pahlawan menderita dan kita menikmati pertunjukannya. Penderitaan yang menjadi kisah kemudian berubah menjadi kenikmatan. Apa yang terjadi di panggung memberi kesenangan bagi penonton, karena si pahlawan menjalani penderitaannya.
Seringkali musik merangkul tangisan kesakitan , keputusasaan dan pemberontakan sebagai keindahan yang menyenangkan batin. Ia mengekspresikan keinginan untuk mengakhiri pemaksaan sosial dan ketidakpantasan seksual. sehinggai ia mampu mengekang energi yang menghancurkan yang mengarah ke kekosongan. Mengambil tesis dari darwin , survival of the fitest, adalah benar dan barbarisme merupakan jalan satu-satunya menuju kemajuan.
Realitas materi yang saling menegasi demi kelangsungan eksistensi materi tersebut adalah informasi yang sudah lama kita ketahui. Di dalam sistem budaya , sosial dan politik selalu terjadi kompetisi yang saling menindih satu sama lain. Tak ayal jika kekuatan (dalam arti apapun) adalah keharusan yang wajib di kuasai demi kegembiraan.ter kadang penulis curiga bahkan ragu dengan potensi , harapan , optimis , semangat n wish word lainya. karena itu seluruhnya adalah upaya memanipulasi keadaan diri. Kalo kalah ya kalah, nikmati saja kekalahan n pasrah lah. tidak perlu kita menipu diri dengan merekayasa imajinasi merangkai ilusi untuk menghibur diri karena ketidak beruntungan kita. berpesta dalam ketidak berdayaan lebih menarik ketimbang membakar diri dengan semangat , tuntutan diri, dan lain-lain.
karena manusia sering kali berharap dan sesering itu pula gagal. sebagian dari mereka mencoba menginventaris hidup mereka dengan tumpukan target dan pekerjaan, lalu mencoba berspekulasi dengan alam . ia bertransaksi dengan keadaan diri , lingkungan (baca: alam ) , padahal ia tahu alam adalah sebuah sistem besar yang menopang semesta dan manusia. yang dengannya semua benda materi dan imateri bergantung.
artinya manusia sedang berhadapan dengan satu hukum besar yang menjaga manusia dan non manusia itu ada dan yang memelihara keharmonisan keber-ada-an tersebut . dan mustahil , makhluk kecil dan imut seperti kita ingin menantang arus yang sudah terpola dalam sistem besar tesebut. manusia, adalah salah satu spesies dari jutaan spesies yang hidup di alam raya. dan spesies ini cenderung arogan dan pongah atas kemampuan pikiran dan kemampuan kreasi . dengan kehebatan perkakas alamiah tersebut, ras ini menduga bahwa mereka dapat menawar , berkompromi, berkongkalikong dengan alam. karena spesies ini (sesuai naluri ) , selalu berharap lebih meminta banyak atas kondisi dirinya. banyak yang terpenuhi dan jauh lebih banyak yang gagal . ketidak mampuan menerima diri dan kondisi diri, mereka akumulasikan dengan kontruksi pikiran dengan emosional yang berwujud `harapan` yang tak lebih dari perjuangan ego dan perawatan eksistensi.
banyak stimulus atau usaha yang manusia ciptakan dalam mendekatkan dirinya dengan situasi yang ia `bayangkan`. Ini menyebabkan manusia bertengkar dengan diri sendiri. Padahal bertengkar dengan diri sendiri lebih berbahaya dari pada bertengkar dengan manusia lain. Retak , pecah adalah efek yang harus di tanggung. sebab, keretakan dan perpecahan diri mampu membuat manusia menjadi aneh dengan ruang privat yang di penuhi dengan kondisi kejiwaaan yang absurd dan tuntutan psikologi internal yang alot. tak jarang bagi mereka yang tak mampu menambal keretakan diri, mereka malah memperbesar retak yang akhirnya hancur (gila atau bunuh diri) sebagai bentuk pelarian dari tuntutan dan keharusan menjawab pertanyaan eksistensi dirinya .keterkaitan dan kebergantungan manusia dengan subjek-subjek lain membuat sesama manusia berkompromi dan bertransaksi mutualisme , yang akhirnya manusia rela mereduksi diri sesuai dari order/ request dari subjek lain tersebut.
Apakah ini benar ? mengapa harus demikian ?
Sebagai contoh kasus, terkadang penulis berpikir , bahwa `aku` manusia ( personal ) bukanlah aku manusia (individu) , aku adalah ia yang ada dalam rekayasa imaji ekspektatif. `aku` masih selalu berkelahi dengan `aku` sendiri . sebagai upaya mengeluarkan otentitas aku-nya dari entitas entitas palsu ke-aku-an yang lahir dari kompromi atau transaksi yang mereduksi diri. seperti terlukis dalam rangkaian kalimat dari tesis filsafat jawa ``aku akan terus mencari aku sejati yang terpendam dalam tanah mental dan lembah falsafati yang berlapis-lapis`` mungkin ungkapan ini dapat mewakili atas usaha apa yang seharusnya kita lakukan. aku ada (epistemologis) dan juga tiada (ontologis)
resonansi ,interspektif adalah satu dari sekian cara untuk menemukan `aku yang terkubur` oleh kontruksi-kontruksi persepsi dan lingkungan. bagi pramodya ananta toer, mempelajari diri manusia adalah hal yang tak pernah usah , selesai dan tema ini tak akan kempot atau kempis sepanjang manusia hidup. menarik memang. akan tetapi cukup membuat waktu kita habis terkuras sehingga dapat membuat tertundanya tugas kampus dan tugas hati .
Metafisikaisme
kosong karena kepenuhan
hening karena keramaian
hilang karena kbanyakan
lecet karena perawatan
09:35 pm
Roman picisan
kau ..
adlh pagi hari
kau ..
adlh segar pula sejuk
kau ..
adlh aku yang mengemanasi
kau
adlh persepsi
kau
adlh motif tunggal
kau
adlh asa yang tercakar
tapi
kau adlh perusak masa depan
kau adlh penghancur mimpi
kau adlh pembantai cita-cita
kau adlh penyayat logika
kau adlh kejahatan estetis
kau, seperti rumus kimia yang terumit
kau, rangkaian huruf yang mencandu
kau, gravitasi nafas dan magnet ekspektasiku
kau, repetisi yang membuatku diam kalah
penyakit apa ini..
yang membuat independensiku terganggu
dan sukses membuatku autis dan abnormal
kepalaku memberat jantungku kejang
ternyata setelah curhat ke biksu muda
ia bersabda kepadaku , aku terkena sinting
.. karena ia penyihir pertama yang kutemui
12/12/10
Rabu, 03 November 2010
Psikologi politik di kampus koe
Kampus fisip , ya itulah kampus ku kampus kita . kampus yang penuh dengan banyak cerita , banyak romansa , banyak warna dan banyak propaganda . kampus yang beralamat di lemgkong besar 68 , ini adalah tempat yang ikut berperan membangun mental dan karakter diri setiap mahasiswa ,sedikit atau banyak . jika kita kaitkan dengan slogan tujuan pendidikan , membangun karakter . Di mulai dari semangat perubahan , system kepartaian ini hadir mengisi wacana dan hasrat berdemokrasi . demokrasi adalah simbol kebebasan , keterbukaan . dari sini demokrasi sangat menghargai dialog . dialog bagi demokrasi mendapat tempat terhormat . karena mencirikan dari sikap yang terdidik dan terpelajar. Dialog adalah ciri makhluk yang beradab , karenanya manusia mampu membangun peradaban.
Sangat menggembirakan jika kita mengingat pemilu mahasiswa (sebagai produk yang di lahirkan oleh sistem kepartaian) akan adanya parade kemeriahan dan merayakan semangat membangun. semua manusia normal yang bersih hatinya akan beraprresiasi dengan datangnya janji perubahan positif. Semangat kebaikan adalah hal yang harus. (menurut filsafat timur, karena kebaikan lah yang menjaga bumi tetap berputar ). Motif kebaikan bersama ini lah yang perlu kita jaga dan lindungi dari parasit-parasit mental yang berupa ego kelompok , ego golongan , ego aku – mereka . ketika parasit mental tersebut hadir , maka perpecahan lah hadiah nya. Dari perpecahan lahir lah kecurigaan . dari kecurigaan akan lahir prasangka negatif. dari prasangka negatif ini ,maka pencarian data dan fakta yang mendukung prasangka negatifnya terus di lakukan. ketika perasaan prasangka ini mengumpul ,munculah rasa emosional yang hebat yang menjadi bagian dari sikap menolak upaya-upaya rasional.
Kita sama-sama paham akan Kebenaran yang bersifat manusiawi bahwa pengetahuan yang disampaikan, dapat diterima atau dimengerti oleh manusia. Tak perlu ada rekayasa seperti melalui bujukan, paksaan atau paksaan. Jika ada rekayasa seperti itu maka perlu dipertanyakan kebenarannya. Propaganda, rekayasa isu, manipulasi berita adalah cara-cara primitif dan mengkerdilkan status ke-manusia-an kita . Tapi disini , di kampus yang kita hargai ini, selayaknya lah kita menempatkan nilai-nilai ideal sebagai satu-satunya alat menuju tujuan. Mahasiswa adalah predikat bagi kita (terkhusus yang masih berlaku KTM nya) . Yang mengikat kita agar selalu bersikap sebagai manusia terdidik dan terpelajar. Pencerdasan adalah misi murni mahasiswa di lingkungan kampus. bukan yang lain. Atas nama percedasan mari kita letakkan isu-isu gelap , provokatif , fitnah yang berbuah kecurigaan sebagai musuh abadi. Karena hal-hal tersebut membuat kita mundur , bodoh, berpecah dan memelihara api kebencian.
Untuk apa kita merawat rasa paranoid yang timbul dari kecurigaan
Untuk apa kita memelihara ego kelompok, padahal kita mempunyai amanat untuk memajukan fisip
Untuk apa kita mewariskan kebencian kita pada korban-korban baru yang lebih muda
Kita disini bersaudara, tidak peduli dimana kita berasal dan belajar
Kita disini saling membangun , tidak peduli kita berbeda partai
Fisip telah lelah dengan kemunduran prestasi dari generasi ke generasi , lelah dengan berbagai keluhan masalah-masalah akademik dan birokrasi kampus, ,lelah dengan perpecahan mahasiswa, lelah atas tumpukan pandangan-pandangan negatif di antara kelompok yang berbeda.
Sangat menggembirakan jika kita mengingat pemilu mahasiswa (sebagai produk yang di lahirkan oleh sistem kepartaian) akan adanya parade kemeriahan dan merayakan semangat membangun. semua manusia normal yang bersih hatinya akan beraprresiasi dengan datangnya janji perubahan positif. Semangat kebaikan adalah hal yang harus. (menurut filsafat timur, karena kebaikan lah yang menjaga bumi tetap berputar ). Motif kebaikan bersama ini lah yang perlu kita jaga dan lindungi dari parasit-parasit mental yang berupa ego kelompok , ego golongan , ego aku – mereka . ketika parasit mental tersebut hadir , maka perpecahan lah hadiah nya. Dari perpecahan lahir lah kecurigaan . dari kecurigaan akan lahir prasangka negatif. dari prasangka negatif ini ,maka pencarian data dan fakta yang mendukung prasangka negatifnya terus di lakukan. ketika perasaan prasangka ini mengumpul ,munculah rasa emosional yang hebat yang menjadi bagian dari sikap menolak upaya-upaya rasional.
Kita sama-sama paham akan Kebenaran yang bersifat manusiawi bahwa pengetahuan yang disampaikan, dapat diterima atau dimengerti oleh manusia. Tak perlu ada rekayasa seperti melalui bujukan, paksaan atau paksaan. Jika ada rekayasa seperti itu maka perlu dipertanyakan kebenarannya. Propaganda, rekayasa isu, manipulasi berita adalah cara-cara primitif dan mengkerdilkan status ke-manusia-an kita . Tapi disini , di kampus yang kita hargai ini, selayaknya lah kita menempatkan nilai-nilai ideal sebagai satu-satunya alat menuju tujuan. Mahasiswa adalah predikat bagi kita (terkhusus yang masih berlaku KTM nya) . Yang mengikat kita agar selalu bersikap sebagai manusia terdidik dan terpelajar. Pencerdasan adalah misi murni mahasiswa di lingkungan kampus. bukan yang lain. Atas nama percedasan mari kita letakkan isu-isu gelap , provokatif , fitnah yang berbuah kecurigaan sebagai musuh abadi. Karena hal-hal tersebut membuat kita mundur , bodoh, berpecah dan memelihara api kebencian.
Untuk apa kita merawat rasa paranoid yang timbul dari kecurigaan
Untuk apa kita memelihara ego kelompok, padahal kita mempunyai amanat untuk memajukan fisip
Untuk apa kita mewariskan kebencian kita pada korban-korban baru yang lebih muda
Kita disini bersaudara, tidak peduli dimana kita berasal dan belajar
Kita disini saling membangun , tidak peduli kita berbeda partai
Fisip telah lelah dengan kemunduran prestasi dari generasi ke generasi , lelah dengan berbagai keluhan masalah-masalah akademik dan birokrasi kampus, ,lelah dengan perpecahan mahasiswa, lelah atas tumpukan pandangan-pandangan negatif di antara kelompok yang berbeda.
Senin, 27 September 2010
Polisi dan kegendutanya
Ini kisah fiktif ,yang terjadi dalam imajinasi penulis . jika ada kesamaan tokoh ,isi ,gaya cerita ,latar dan waktu ,itu tidak di sengaja oleh pihak penulis . terima kasih
Ada apa emang dengan polisi dan kegendutan ? tanya anak kecil
Gak ada apa-apa , itu normal nak .. jawab sufi
Oh gitu ya kek .. anak kecil itu heran
Ya ,lalu kenapa kau mengernyitkan dahi .. sufi bertanya
Kalo gak apa-apa ,lalu kenapa penulis menjadikan itu sebagai judul .. kata anak kecil
Tema ini hanya mengingatkan kita saja bahwa polisi gendut itu normal .. sufi menjawab
Hanya itu saja .. anak kecil itu meragu
Itu normal nak, gendut itu pertanda .. sufi berhikmah
Kok gitu kek .. makin jadi keheranan anak itu
Pertanda bahwa ia sering berlatih menjaga fisiknya agar mampu menumpas kejahatan yang ada di masyarakat .. kata sufi
Oh .. anak kecil pelan-pelan mengerti
Pertanda bahwa ia berkeras hati menjaga dirinya makan hanya dari harta yang halal bukan memalak atau menghisap atas nama seragam .. terus sufi
Emm .. gumam anak kecil
Pertanda bahwa ia selalu membersihkan hatinya supaya ia menaati hukum moral dan hukum negara karena ia aparat penegak hukum .. lanjut sufi
Hmmp .. dengus anak kecil
Pertanda bahwa ia pasti menjaga kepercayaan masyarakat bahwa polisi pantas di percaya karena dedikasi tanggung jawabnya luar biasa .. simpul sufi
Lalu .. anak kecil itu penasaran akan kelanjutanya
Pertanda bahwa ia dekat dengan masyarakat , mengayomi, melindungi ,ringan tangan dan selalu menolong tanpa pamrih .. kata sufi
Terus .. tanya anak kecil
Pertanda bahwa gendut adalah wajar dan pantas untuk seorang polisi hari ini .. jawab polisi
Terus kek .. antusias anak kecil
Pertanda bahwa masih ada puluhan pertanda-pertanda yang lain bahwa polisi gendut itu normal .. rangkum sufi
Kok , udah di akhiri sih kek ?? anak kecil kecewa
Masih banyak kalo di terusin lagi dan nanti bikin para pembaca jenuh dengan dialog kita yang sontoloyo ini , hahaha .. tawa sufi
Oh , ya udahlah . eh kek ,yuk kita ucapin sampai jumpa sama pembaca .. ajak anak kecil
Boleh tu, hayuk .. respon sufi
Oke ,satu dua tiga .. hitung sufi dan anak kecil bersamaan
Hey pembaca ,sampai jumpa ,semoga harimu menyenangkan .. serentak sufi dan anak kecil berucap pisah
lawan kolestrol moral anda pak polisi
Ada apa emang dengan polisi dan kegendutan ? tanya anak kecil
Gak ada apa-apa , itu normal nak .. jawab sufi
Oh gitu ya kek .. anak kecil itu heran
Ya ,lalu kenapa kau mengernyitkan dahi .. sufi bertanya
Kalo gak apa-apa ,lalu kenapa penulis menjadikan itu sebagai judul .. kata anak kecil
Tema ini hanya mengingatkan kita saja bahwa polisi gendut itu normal .. sufi menjawab
Hanya itu saja .. anak kecil itu meragu
Itu normal nak, gendut itu pertanda .. sufi berhikmah
Kok gitu kek .. makin jadi keheranan anak itu
Pertanda bahwa ia sering berlatih menjaga fisiknya agar mampu menumpas kejahatan yang ada di masyarakat .. kata sufi
Oh .. anak kecil pelan-pelan mengerti
Pertanda bahwa ia berkeras hati menjaga dirinya makan hanya dari harta yang halal bukan memalak atau menghisap atas nama seragam .. terus sufi
Emm .. gumam anak kecil
Pertanda bahwa ia selalu membersihkan hatinya supaya ia menaati hukum moral dan hukum negara karena ia aparat penegak hukum .. lanjut sufi
Hmmp .. dengus anak kecil
Pertanda bahwa ia pasti menjaga kepercayaan masyarakat bahwa polisi pantas di percaya karena dedikasi tanggung jawabnya luar biasa .. simpul sufi
Lalu .. anak kecil itu penasaran akan kelanjutanya
Pertanda bahwa ia dekat dengan masyarakat , mengayomi, melindungi ,ringan tangan dan selalu menolong tanpa pamrih .. kata sufi
Terus .. tanya anak kecil
Pertanda bahwa gendut adalah wajar dan pantas untuk seorang polisi hari ini .. jawab polisi
Terus kek .. antusias anak kecil
Pertanda bahwa masih ada puluhan pertanda-pertanda yang lain bahwa polisi gendut itu normal .. rangkum sufi
Kok , udah di akhiri sih kek ?? anak kecil kecewa
Masih banyak kalo di terusin lagi dan nanti bikin para pembaca jenuh dengan dialog kita yang sontoloyo ini , hahaha .. tawa sufi
Oh , ya udahlah . eh kek ,yuk kita ucapin sampai jumpa sama pembaca .. ajak anak kecil
Boleh tu, hayuk .. respon sufi
Oke ,satu dua tiga .. hitung sufi dan anak kecil bersamaan
Hey pembaca ,sampai jumpa ,semoga harimu menyenangkan .. serentak sufi dan anak kecil berucap pisah
lawan kolestrol moral anda pak polisi
Melankolis ,bernafas dalam kelabu
kita ini manusia .hewan yang berpikir dan berasa
karena berpikir dan berasa ini lah milyaran manusia mempunyai sikap ,pandangan dan karakter yang beragam. Dari ketiganya lahir manusia-manusia pencerah dan darinya juga hadir jutaan manusia kalah (kalah dari bermacam dimensi)
Semua pernah jatuh ,semua pernah terjembab ,semua pernah dipadamkan cahayanya
Tapi
Apa kau rela, diam,pasrah dan membiarkan hidup mu di isi dengan kelam kelabu yang sama Haaa..
Jika kau tiap hari membenarkan kepayahan hari ini karena kegagalan mu kemarin, Silahkan !! jika itu pilihan mu ,pilihan yang akan memperpanjang sejarah betapa sengsaranya dirimu karena telah menjadi manusia yang pernah hidup di bumi yang indah ini
Kemerdekaan diri yang termewah adalah kemerdekaan dari rasa bersalah dan merasa payah
Bongkarlah tembok `pertimbangan pikir` u, yang sebenarnya tipis, setipis kertas tissu toilet . Semakin sakit dan hina jika kau berhenti bahkan mundur hanya untuk mengumpulkan alasan rasional untuk sedih, hahaha
Tumbuhan bertumbuh makin tinggi batang makin keras dahan makin lebat daun dan makin kuat akar, anjing makin keras teriakan makin kokoh kakinya makin licin gerak nya
Semua hal kecuali manusia ,tumbuh ke atas dan makin menyempurnakan diri dan fungsinya masing-masing.
Manusia akan menjadi mahluk tertinggi jika dengan tepat dapat menaiki akal dan rasanya, dan tak sedikit dengan akal-nurani nya ,manusia menjadi makhluk yang memalukan karena dengan sengaja memasungkan dirinya dalam kekecewaan yang selalu ia kenangIni adalah akar pohon melankolis yang selalu mengharapkan yang sempurna tetapi tidak meraba kebutuhan hati nya akan rasa bersyukur (adalah harus humumya )
Terimalah dahulu dengan tenang lalu konsisten , dan barulah berbagi pandangan
Merasalah berkelimpahan jika kamu ingin menjadi manusia damai tenang bukan merasa berkekurangan karena menjadikan kita lupa dengan rizki yang tergenggam di tangan
Salam kemewahan
karena berpikir dan berasa ini lah milyaran manusia mempunyai sikap ,pandangan dan karakter yang beragam. Dari ketiganya lahir manusia-manusia pencerah dan darinya juga hadir jutaan manusia kalah (kalah dari bermacam dimensi)
Semua pernah jatuh ,semua pernah terjembab ,semua pernah dipadamkan cahayanya
Tapi
Apa kau rela, diam,pasrah dan membiarkan hidup mu di isi dengan kelam kelabu yang sama Haaa..
Jika kau tiap hari membenarkan kepayahan hari ini karena kegagalan mu kemarin, Silahkan !! jika itu pilihan mu ,pilihan yang akan memperpanjang sejarah betapa sengsaranya dirimu karena telah menjadi manusia yang pernah hidup di bumi yang indah ini
Kemerdekaan diri yang termewah adalah kemerdekaan dari rasa bersalah dan merasa payah
Bongkarlah tembok `pertimbangan pikir` u, yang sebenarnya tipis, setipis kertas tissu toilet . Semakin sakit dan hina jika kau berhenti bahkan mundur hanya untuk mengumpulkan alasan rasional untuk sedih, hahaha
Tumbuhan bertumbuh makin tinggi batang makin keras dahan makin lebat daun dan makin kuat akar, anjing makin keras teriakan makin kokoh kakinya makin licin gerak nya
Semua hal kecuali manusia ,tumbuh ke atas dan makin menyempurnakan diri dan fungsinya masing-masing.
Manusia akan menjadi mahluk tertinggi jika dengan tepat dapat menaiki akal dan rasanya, dan tak sedikit dengan akal-nurani nya ,manusia menjadi makhluk yang memalukan karena dengan sengaja memasungkan dirinya dalam kekecewaan yang selalu ia kenangIni adalah akar pohon melankolis yang selalu mengharapkan yang sempurna tetapi tidak meraba kebutuhan hati nya akan rasa bersyukur (adalah harus humumya )
Terimalah dahulu dengan tenang lalu konsisten , dan barulah berbagi pandangan
Merasalah berkelimpahan jika kamu ingin menjadi manusia damai tenang bukan merasa berkekurangan karena menjadikan kita lupa dengan rizki yang tergenggam di tangan
Salam kemewahan
what up with love
hey, cinta
ada yang bilang ia tak terdefenisikan , tak dapat di terangkan, tak dapat `transformasikan pengetahuan ini, hal abstrak ini hanya akan menjadi jelas dan ada jika kita melakoninya dengan pengalaman empiris ,di hadirkan dengan melibatkan semua indera kita. Karena ia bukan berada dalam dunia materi yang serba terhitung terukur dan tersentuh kasar (penulis bisa membayangkannya dengan mudah) . ia ada dalam dunia yang berbeda dengan dunia yang sarat rasionalitas ,pendekatan umum atau memiliki nilai universal. Ia dalam ruang yang luas tak di batasi oleh aturan-aturan umum, paradigma publik atau keyakinan sosial.
Ia sangat privat ,previllege, personal ,eklusif dan subjektif. Karena ia dalam wadah yang mempunyai logika` yang berbeda dengan logika umum dan mempunyai aturan unik yang memerintahkan rasa dan pikir bagaimana harus bertindak.perasaan yang berkuasa dalam mengakomodasi energi cinta seutuhnya sebab ini adalah dunia rasa yang berbeda dengan dunia logika yang sarat akan aturan nalar yang membaku.
Sebenarnya penulis keliru. Karena ia tahu bahwa cinta bebas definisi akan tetapi ia masih iseng mengulik arti itu dari prespektif rasional. Mungkin dengan catatan yang sedikit ini penulis bisa membagi cerita bahwa cinta seperti air mengalir.ia tak dapat di ciptakan sebab ia anugerah dari semesta,ia tak dapat dibendung lama karena berbahaya bagi pembendungnya dan bendungannya .terlepas dari hal2 di atas cinta yang shahih adalah cinta yang mempunyai visi baik dan saling membaiki.
Keren banget memang energi ini dan mutlak wajib bersyukur bagi orang yang telah mendapatkannya.dan wajib bekerja keras bagi mereka yang sedang memburunya.semoga kita semua akan mendapatkan dan memiliki energi tertinggi tersuci ini dari semesta . cinta
hidup citra kirana, (calon ibu dari anak2 ku)
ada yang bilang ia tak terdefenisikan , tak dapat di terangkan, tak dapat `transformasikan pengetahuan ini, hal abstrak ini hanya akan menjadi jelas dan ada jika kita melakoninya dengan pengalaman empiris ,di hadirkan dengan melibatkan semua indera kita. Karena ia bukan berada dalam dunia materi yang serba terhitung terukur dan tersentuh kasar (penulis bisa membayangkannya dengan mudah) . ia ada dalam dunia yang berbeda dengan dunia yang sarat rasionalitas ,pendekatan umum atau memiliki nilai universal. Ia dalam ruang yang luas tak di batasi oleh aturan-aturan umum, paradigma publik atau keyakinan sosial.
Ia sangat privat ,previllege, personal ,eklusif dan subjektif. Karena ia dalam wadah yang mempunyai logika` yang berbeda dengan logika umum dan mempunyai aturan unik yang memerintahkan rasa dan pikir bagaimana harus bertindak.perasaan yang berkuasa dalam mengakomodasi energi cinta seutuhnya sebab ini adalah dunia rasa yang berbeda dengan dunia logika yang sarat akan aturan nalar yang membaku.
Sebenarnya penulis keliru. Karena ia tahu bahwa cinta bebas definisi akan tetapi ia masih iseng mengulik arti itu dari prespektif rasional. Mungkin dengan catatan yang sedikit ini penulis bisa membagi cerita bahwa cinta seperti air mengalir.ia tak dapat di ciptakan sebab ia anugerah dari semesta,ia tak dapat dibendung lama karena berbahaya bagi pembendungnya dan bendungannya .terlepas dari hal2 di atas cinta yang shahih adalah cinta yang mempunyai visi baik dan saling membaiki.
Keren banget memang energi ini dan mutlak wajib bersyukur bagi orang yang telah mendapatkannya.dan wajib bekerja keras bagi mereka yang sedang memburunya.semoga kita semua akan mendapatkan dan memiliki energi tertinggi tersuci ini dari semesta . cinta
hidup citra kirana, (calon ibu dari anak2 ku)
jalan ya maju, ngapain jalan di tempat
dear masa lalu , hei masa sekarang
masa lalu hanya sejarah , atau buat gua berfungsi seperti kaca spion. Jadi mengaca pada kaca spion gak perlu lama-lama tar bisa nabrak polisi gendut yang sedang bertugas. Ibarat naik mobil mewah , kita berjalan kedepan (kedepan lah emang ada berjalan kesamping ) menelesak jalan-jalan baru. Baru karena berbeda dengan pengalaman lama , baru karena asing ,baru karena terlihat baru.
Kadang gak mudah menjadi anak muda .yang sarat dengan problematika psikologis-emosional dan padat akan tuntutan eksistensi yang tak gampang. Tapi itu hanya pertanyaan hidup yang membutuhkan jawaban hidup ( dan jawaban yang di hidupkan )
Pertanyaan hidup di antara kita berbeda-beda dan begitu pula jawabanya.
Banyak yang menjawab dengan keluhan dan alasan yang membuat mereka pantas untuk di kasihani tapi ada juga yang menjawab dengan kepala tegak dan tangan yang mengepal erat serta di dalam hatinya ia bergumam keras (aku hidup dan aku siap menjawab semua masalahku sampai bersih)
Dimana posisi kita , hanya kita yang tahu
Tahu akan pilihan dan tahu akan resiko dari pilihan itu
masa lalu hanya sejarah , atau buat gua berfungsi seperti kaca spion. Jadi mengaca pada kaca spion gak perlu lama-lama tar bisa nabrak polisi gendut yang sedang bertugas. Ibarat naik mobil mewah , kita berjalan kedepan (kedepan lah emang ada berjalan kesamping ) menelesak jalan-jalan baru. Baru karena berbeda dengan pengalaman lama , baru karena asing ,baru karena terlihat baru.
Kadang gak mudah menjadi anak muda .yang sarat dengan problematika psikologis-emosional dan padat akan tuntutan eksistensi yang tak gampang. Tapi itu hanya pertanyaan hidup yang membutuhkan jawaban hidup ( dan jawaban yang di hidupkan )
Pertanyaan hidup di antara kita berbeda-beda dan begitu pula jawabanya.
Banyak yang menjawab dengan keluhan dan alasan yang membuat mereka pantas untuk di kasihani tapi ada juga yang menjawab dengan kepala tegak dan tangan yang mengepal erat serta di dalam hatinya ia bergumam keras (aku hidup dan aku siap menjawab semua masalahku sampai bersih)
Dimana posisi kita , hanya kita yang tahu
Tahu akan pilihan dan tahu akan resiko dari pilihan itu
mahasiswa bugil
sebelum berpraduga negatif dan naif , akan lebih mulia buat kita (para pembaca ) mengetahui korelasi tema di atas dengan makna tulisan ini
mahasiswa adalah kita ,mahasiswa adalah insan akademis jadi kita adalah insan akademis
mahasiswa gerakan adalah kita , mahasiswa gerakan bukan mahasiswa bodoh jadi kita bukan mahasiswa bodoh (horee ... , kita bukan mahasiswa bodoh )
ada petuah kontemporer yang berkata bahwa : `diskusi adalah alat kelamin pergerakan mahasiswa, yang tanpanya qt mjd badut2 culun` .
Gua ga tau jika Hewan atau manusia yang hidup tanpa alat kelamin , apa masih hidup atau hidup dengan ketidaknyamanan.itu bukan yang ingin gua uraikan, disini hanya ingin memperjelas jika dalam gerakan terjadi krisis budaya intelektual maka gerakan tersebut bisa di hakimi sebagai gerakan badut-badut culun. Ini bukan cercaan apalagi celaan ,ini hanya ingin membuka tirai hakikat bahwa diskusi adalah ciri pasti dari iklim intelektual dari gerakan . kenapa ?
Hmm, pertanyaan retoris
Bagaimana bisa hadir gerakan berjalan maknyus , menarik perhatian , pencapaian dari target gerakan tercapai dan gerakan mampu menjadi sinar yang menyinari pikiran-pikiran yang gelap. Memang berat dan menyusahkan jika kita sendiri senang dengan `ketidaktahuan` kita, kita nyaman dengan `kebiasaan non produktif` dan diharuskan berkawan dengan diskusi ,membaca dan menulis yang notabene kita tidak ada keinginan untuk itu (ini hanya berlaku bagi mereka yang legal menjadi anggota organisasi gerakan)
Aktivitas apa yang bisa menggantikan diskusi sebagai usaha penyegar fungsi otak atau pengupgrade nalar dengan `software pengetahuan` dengan versi teranyar? Aktivitas apa lagi yang mampu membuat berpikir benar dan bertindak benar ? yang dengannya selimut kelucuan dan keluguan tersibak dan terganti dengan cakrawala yang luas dan wawasan yang lapang.
Insan akademis adalah baju mahasiswa ,artinya ia harus mempunyai kemampuan di bidang akademis (pengetahuan sesuai disiplin ilmunya) atau ia memiliki nalar yang lebih dari mereka yang non-mahasiswa (artinya non-akademis ). Jika kita tidak mempunyai ini artinya kita tidak bernilai akademis yang artinya kita mahasiswa yang tidak berbaju , yang artinya telanjang, bugil .
(dingin dong kalo bugil, apa lagi berbugil di kota dingin seperti di bandung ini .bisa meriang plus demam )
Jika manusia itu bugil maka ia beresiko terserang berbagi penyakit (penyakit fisik ,mental , psikologis dan spritual) bugil juga terlihat lucu karena ..... (gua ga bisa nulis ,atas nama moralitas) bugil juga di anggap perbuatan kriminal karena menyalahi kodrat manusia yang harus beretika dalam kepatutan umum .
Mahasiswa dengan kodrat akademis ilmiah dan berpredikat sebagai insan rasional apalagi bagi yang masuk dalam organisasi pergerakan, maka ... (gua pikir ,pembaca sudah tahu jadi tidak perlu penulis sempitkan kesimpulan dari tujuan tulisan ini)
Bak pidato panjang yang menjenuhkan , akhir kata ada kalimat yang pelu gua ulangi dan mungkin perlu di cetak tipis (karena gak sopan ) bahwa ``mahasiswa tanpa diskusi atau tidak beriklim intelektual juga dapat di artikan sebagai mahasiswa bugil ``
Hiii , dia bugiiillll ....
mahasiswa adalah kita ,mahasiswa adalah insan akademis jadi kita adalah insan akademis
mahasiswa gerakan adalah kita , mahasiswa gerakan bukan mahasiswa bodoh jadi kita bukan mahasiswa bodoh (horee ... , kita bukan mahasiswa bodoh )
ada petuah kontemporer yang berkata bahwa : `diskusi adalah alat kelamin pergerakan mahasiswa, yang tanpanya qt mjd badut2 culun` .
Gua ga tau jika Hewan atau manusia yang hidup tanpa alat kelamin , apa masih hidup atau hidup dengan ketidaknyamanan.itu bukan yang ingin gua uraikan, disini hanya ingin memperjelas jika dalam gerakan terjadi krisis budaya intelektual maka gerakan tersebut bisa di hakimi sebagai gerakan badut-badut culun. Ini bukan cercaan apalagi celaan ,ini hanya ingin membuka tirai hakikat bahwa diskusi adalah ciri pasti dari iklim intelektual dari gerakan . kenapa ?
Hmm, pertanyaan retoris
Bagaimana bisa hadir gerakan berjalan maknyus , menarik perhatian , pencapaian dari target gerakan tercapai dan gerakan mampu menjadi sinar yang menyinari pikiran-pikiran yang gelap. Memang berat dan menyusahkan jika kita sendiri senang dengan `ketidaktahuan` kita, kita nyaman dengan `kebiasaan non produktif` dan diharuskan berkawan dengan diskusi ,membaca dan menulis yang notabene kita tidak ada keinginan untuk itu (ini hanya berlaku bagi mereka yang legal menjadi anggota organisasi gerakan)
Aktivitas apa yang bisa menggantikan diskusi sebagai usaha penyegar fungsi otak atau pengupgrade nalar dengan `software pengetahuan` dengan versi teranyar? Aktivitas apa lagi yang mampu membuat berpikir benar dan bertindak benar ? yang dengannya selimut kelucuan dan keluguan tersibak dan terganti dengan cakrawala yang luas dan wawasan yang lapang.
Insan akademis adalah baju mahasiswa ,artinya ia harus mempunyai kemampuan di bidang akademis (pengetahuan sesuai disiplin ilmunya) atau ia memiliki nalar yang lebih dari mereka yang non-mahasiswa (artinya non-akademis ). Jika kita tidak mempunyai ini artinya kita tidak bernilai akademis yang artinya kita mahasiswa yang tidak berbaju , yang artinya telanjang, bugil .
(dingin dong kalo bugil, apa lagi berbugil di kota dingin seperti di bandung ini .bisa meriang plus demam )
Jika manusia itu bugil maka ia beresiko terserang berbagi penyakit (penyakit fisik ,mental , psikologis dan spritual) bugil juga terlihat lucu karena ..... (gua ga bisa nulis ,atas nama moralitas) bugil juga di anggap perbuatan kriminal karena menyalahi kodrat manusia yang harus beretika dalam kepatutan umum .
Mahasiswa dengan kodrat akademis ilmiah dan berpredikat sebagai insan rasional apalagi bagi yang masuk dalam organisasi pergerakan, maka ... (gua pikir ,pembaca sudah tahu jadi tidak perlu penulis sempitkan kesimpulan dari tujuan tulisan ini)
Bak pidato panjang yang menjenuhkan , akhir kata ada kalimat yang pelu gua ulangi dan mungkin perlu di cetak tipis (karena gak sopan ) bahwa ``mahasiswa tanpa diskusi atau tidak beriklim intelektual juga dapat di artikan sebagai mahasiswa bugil ``
Hiii , dia bugiiillll ....
Jumat, 30 Juli 2010
belum nemu wae
20-7-2010 jam 11.39 malam (spekulasi prediktif) Setelah kita selesai rapat pengurus di komis baru yang berwujud rumah kontrakan yang megah , mewah ,gagah (menurut penulis) ,sebagian teman-teman kader komisariat isip unpas tidak langsung pulang ke tempat perebahannya tetapi kita melingkar di atas karpet coklat (mungkin coklat adalah warna asli bukan warna yang berubah karena waktu dan debu) milik seorang kader angkatan 2007 yang memilki gaya rambut spike-ikal asal lampung, haya kunimi. Disana kita memakai sisa waktu santai kita untuk mengkaji adanya relasi masa-masa mahasiswa dengan (istilah keren tapi masih tidak nyaman pada sebagian orang karena menunjukan ketidakberuntungan) nilai sebuah entitas kejomblo`an.
Walaupun kita memilih kader sebagai objek kajian secara spontan (demi menjaga kehormatan diri yang bersangkutan penulis tidak mencantumkan namanya disini) kita ber`ngerumpi canda tentang hubungan antara makna jomblo ,keperjakaan dan wisuda. Selintas mengisyaratkan dalam obrolan kita malam yang cerah dan berbahagia itu ,bahwa jomblo adalah ketidakberuntungan yang luar biasa (seakan-akan seperti bencana kemanusiaan) bagi mahasiswa yang menyandangnya selama ia kuliah sampai wisuda,apalagi kuliah di bandung yang `subhanalloh` banyak ciptaan mahakarya dari sang kausaprima berupa `girl` yang cakep-cakep. Penulis yakin bahwa kita tidak mengingkari realitas bandung yang penuh dengan peson-pesona `aduhai – cihuy ` yang terbungkus dalam bentuk keindahan material simetris tersebut (pun bernilai relatif). Meskipun berwacana informal kultural ,penulis menangkap adanya arus logika yang berjalan di kepala-kepala kader disana bahwa jomblo sesuatu yang lucu ,ganjil ,absurd ,beda dan aneh.
Seringkali secara tidak sadar kita sering menganggap suara populer, jamak, mayoritas, opini umum adalah keharusan yang wajar nan lazim untuk di ikuti . ketika ada yang berbeda ,kita akan menuduh kepada yang tertuduh bahwa anda ini abnormal walaupun secara subtansi ,ia sedang atau telah melawan arus hegemoni paradigma sang terbanyak ,mayoritas. Ini beresiko secara horisontal sosial secara langsung maupun tidak, karena yang bersangkutan akan mengalami terpaan angin eksistensi identitas maupun psikologis. Menurut prof. Onong uchjana ,MA pakar komunikasi indonesia ,hal tersebut adalah menyesatkan pengertian dan mencacatkan pesan komunikasi . karena perlu adanya term of refence yang jelas dan terukur yang dapat menghubungkan perbedaan-perbadaan persepsi dan pengalaman terlebih dahulu.
Kadang Dominasi tradisi populer secara tidak langsung mengintimidasi kita sebagai mainstream utama yang tunggal bahwa jomblo adalah simbol ke`tidak berdayaan ,disfungsi aura penampilan, miskin nilai jual, tidak menarik dan lain sebagainya.
Ini yang penting di perhatikan, Apakah benar kita harus dan wajib mempunyai selera sama dengan selera umum (yang di klaim mempunyai nilai universal ) ataukah kita bebas berbeda selera dengan mayoritas ?
Nilai universal adalah nilai-nilai yang terbawa sejak lahir tanpa pengaruh dan tercemari oleh polusi lingkungan antropologis-sosial. Jadi bersifat laten dan terbebas dari masalah yang timbul dari perbedaan ruang dan waktu.
Sedangkan Cinta (inti nilai jomblo) adalah diskursus unik ,subyektif-intuitif , sangat personal. sehingga memiliki aksen khas yang berbeda pada setiap individu untuk di mainkan dan di nikmati dengan cara yang bermacam-macam.
Karena pilihan orientasi mayoritas tidak identik dengan `benar` maka kita bebas merayakan keberagaman perbedaan selera ,pilihan dan minat. Boleh memilih menjadi lajang (menentang dan menantang arus pop) atau berpacaran ( berpartisipasi dalam pesta budaya populer )
Jika kita terkecoh oleh wacana atau bahasan yang tanpa dasar logika yang rapat maka kita akan mengijinkan orang lain menindas selera kita ,gaya kita ,identitas kita.
Salam cihuy
Raden mas justin
Walaupun kita memilih kader sebagai objek kajian secara spontan (demi menjaga kehormatan diri yang bersangkutan penulis tidak mencantumkan namanya disini) kita ber`ngerumpi canda tentang hubungan antara makna jomblo ,keperjakaan dan wisuda. Selintas mengisyaratkan dalam obrolan kita malam yang cerah dan berbahagia itu ,bahwa jomblo adalah ketidakberuntungan yang luar biasa (seakan-akan seperti bencana kemanusiaan) bagi mahasiswa yang menyandangnya selama ia kuliah sampai wisuda,apalagi kuliah di bandung yang `subhanalloh` banyak ciptaan mahakarya dari sang kausaprima berupa `girl` yang cakep-cakep. Penulis yakin bahwa kita tidak mengingkari realitas bandung yang penuh dengan peson-pesona `aduhai – cihuy ` yang terbungkus dalam bentuk keindahan material simetris tersebut (pun bernilai relatif). Meskipun berwacana informal kultural ,penulis menangkap adanya arus logika yang berjalan di kepala-kepala kader disana bahwa jomblo sesuatu yang lucu ,ganjil ,absurd ,beda dan aneh.
Seringkali secara tidak sadar kita sering menganggap suara populer, jamak, mayoritas, opini umum adalah keharusan yang wajar nan lazim untuk di ikuti . ketika ada yang berbeda ,kita akan menuduh kepada yang tertuduh bahwa anda ini abnormal walaupun secara subtansi ,ia sedang atau telah melawan arus hegemoni paradigma sang terbanyak ,mayoritas. Ini beresiko secara horisontal sosial secara langsung maupun tidak, karena yang bersangkutan akan mengalami terpaan angin eksistensi identitas maupun psikologis. Menurut prof. Onong uchjana ,MA pakar komunikasi indonesia ,hal tersebut adalah menyesatkan pengertian dan mencacatkan pesan komunikasi . karena perlu adanya term of refence yang jelas dan terukur yang dapat menghubungkan perbedaan-perbadaan persepsi dan pengalaman terlebih dahulu.
Kadang Dominasi tradisi populer secara tidak langsung mengintimidasi kita sebagai mainstream utama yang tunggal bahwa jomblo adalah simbol ke`tidak berdayaan ,disfungsi aura penampilan, miskin nilai jual, tidak menarik dan lain sebagainya.
Ini yang penting di perhatikan, Apakah benar kita harus dan wajib mempunyai selera sama dengan selera umum (yang di klaim mempunyai nilai universal ) ataukah kita bebas berbeda selera dengan mayoritas ?
Nilai universal adalah nilai-nilai yang terbawa sejak lahir tanpa pengaruh dan tercemari oleh polusi lingkungan antropologis-sosial. Jadi bersifat laten dan terbebas dari masalah yang timbul dari perbedaan ruang dan waktu.
Sedangkan Cinta (inti nilai jomblo) adalah diskursus unik ,subyektif-intuitif , sangat personal. sehingga memiliki aksen khas yang berbeda pada setiap individu untuk di mainkan dan di nikmati dengan cara yang bermacam-macam.
Karena pilihan orientasi mayoritas tidak identik dengan `benar` maka kita bebas merayakan keberagaman perbedaan selera ,pilihan dan minat. Boleh memilih menjadi lajang (menentang dan menantang arus pop) atau berpacaran ( berpartisipasi dalam pesta budaya populer )
Jika kita terkecoh oleh wacana atau bahasan yang tanpa dasar logika yang rapat maka kita akan mengijinkan orang lain menindas selera kita ,gaya kita ,identitas kita.
Salam cihuy
Raden mas justin
09
/Basah kuyup
Kebuntuan dalam benak
Terbentur dinding tebal
Mimpi indah mengawal nafas
Merajut sarung kebebasan
Dalam ramainya tawa fantasi
Sadar n terhentak dalam mimpi
Karena gambar selalu lbh detail
Dari benda yang di gambar
Identitas isi yang tersirat
Berteriak keras
Di zaman yg paradoks
Putih dan hitam kotor dan bersih
Pernahkah, qt mengumam?
Kenapa lebih banyak kerikil dari mutiara
…………. Lebih banyak rumput dari anggrek
Karena diam akan menjadi beban yg membatu
Ambil tongkatmu dan ayunkan
Pada bayangan lelah yang ragu
Teruskan pukulan itu
Sampai ia lari menyerah
Ketika kabut hitam berkumpul
Logika negatif merebut antri
Bangunkan sadar tujuan
Bersama-sama..
Bergeraklah sampai terurai entitas
Karena disana ada nilai
Yang menjadi ruh pembebas
Agar kita dapat hidup
Lebih bernilai
/Wacanaisme
Sehebat apa kemarin
Sepopuler apa dulu
Setinggi apa kerah bajunya
Akan jatuh terhempas keras
Jika sadar bertemu dengan acuh
Dan itu menantang hukum alam
Yang telah pasti n jelas
ia kan rusak n menjadi racun
Karena nol hadir dalam rumus perkalian
1000 x 0 = 0
/Relung jiwa
Bebaskan aku disini
Terpenjara mimpi surga
Melukis indah d atas plastik
Berputar putar bak penari balet
Apalagi yang kurang
Kusempurnakan lamunan
Karena hanya ini solar hidupku
Saat semua menjauh teratur
Bagai pasir besi dengan pangkal magnet
Hening dan gelap
Adalah teman setia
Dalam kosongnya waktu
Dalam kontemplasi ulang
Dalam ruang privat
Dimana ia …
Tersadar Gemetar dalam rindu
Tertidur kalap dengan banjir peluh
Tak pernah ku berhenti
Berlari mencari
Di hutan yang gelap
Di goa yang dingin
Dalam mimpi yang berkabut
Tanpa ia , aku berkeping
berdebu tersapu angin
Disini
Aku berdoa, bahwa aku disini
/bersarung tissu
sepi memekat
Tanpa tahu arti gelap
Jauh menghela jarak
Perih mendera gerak
kosong dingin
Setia menyelimuti
Tak bosannnya
Terpaan angin
Menggoyang gubuk asaku
Jenuh heran
Dalam ,kenapa
Bunyi asing dan pesing
Racun-racun persepsi
Dengan pikiran yg terpilin
Laksana bensin
Yang menyiram bara
Hwussshhh
Jilatan api meloncat
Pongah walo sesaat
Dengan sedikit cahaya
Yang memaksa masuk
Melewati dinding gua
Kuterhela sejenak
Karena tanahku yang kering
Tersiram , meresap
Ketika hujan enggan
Turun tersenyum
Walau dalam lukisan lilin
Mengapa peluh
Tak kunjung kering
Dan terusap
Tak guna lagi
Kita bernarasi dalam drama
Yang melankolis
Disini di jalan kurdi
Aku berdiri
Menatap malam yang bisu
Dengan cita yang terluka
Dengan masa yang tersisa
Kusapu sampah-sampah hati
/benar
Sejak itu..
Ku salahkan semua
Karena aku jago menuntut n menyalahkan
Akulah yang paling berhak menilai dan memutuskan
Aku adalah objektif
Karena semuanya salah palsu sesat
Kecuali aku
Kepastian , kesempurnaan
Adalah selalu kugariskan tebal-tebal
Walau seringkali hanya dalam fantasi
Yang kosong dingin sunyi parau
Tak bosan aku bdongeng dalam gumam
Untuk menegaskan , semuanya salah
Yakin itu
Apapun siapapu bagaimanapun
Kecuali aku
Walau Mereka lelah tak berdaya kurus getir
Mereka tetap salah
Salah dan aku betul
Salah karena mereka tak sesuai harapan
Aku tak mau dengar dan tak mau tahu
Karena aku adalah manusia yang mensucikan
Aku benar-benar benar
Dan
Kau,
haram untuk membenarkanku
aku serius !!
/Kampus
Mimpi +Usaha = hasil
Adalah sempurna
Sempurna realitas nya
terlepas
Baik atau buruk penilaian
Karena ini tempat untuk belajar
Belajar mandiri
Belajar sadar
Bahwa kita kumpulan
Manusia yang berkhayal
Menuju kampus kelas dunia
Itulah slogan nya
Hmm
Mimpi yang tipis
Tipis
Jika ada revolusi besar
Revolusi kesadaran
Untuk mengabdi
Dengan tulus mencetak generasi
..
Suratan apapun kami terima
Selama etika kemanusiaan tergenggam
..
Terima kasih dosen
Kalian mengajarkan 2
Tidak ada yang bisa di andalkan
Kecuali diri kita
Dan
Jangan banyak berharap
Bergantung lah
Pada keinginan yang kuat
Kebuntuan dalam benak
Terbentur dinding tebal
Mimpi indah mengawal nafas
Merajut sarung kebebasan
Dalam ramainya tawa fantasi
Sadar n terhentak dalam mimpi
Karena gambar selalu lbh detail
Dari benda yang di gambar
Identitas isi yang tersirat
Berteriak keras
Di zaman yg paradoks
Putih dan hitam kotor dan bersih
Pernahkah, qt mengumam?
Kenapa lebih banyak kerikil dari mutiara
…………. Lebih banyak rumput dari anggrek
Karena diam akan menjadi beban yg membatu
Ambil tongkatmu dan ayunkan
Pada bayangan lelah yang ragu
Teruskan pukulan itu
Sampai ia lari menyerah
Ketika kabut hitam berkumpul
Logika negatif merebut antri
Bangunkan sadar tujuan
Bersama-sama..
Bergeraklah sampai terurai entitas
Karena disana ada nilai
Yang menjadi ruh pembebas
Agar kita dapat hidup
Lebih bernilai
/Wacanaisme
Sehebat apa kemarin
Sepopuler apa dulu
Setinggi apa kerah bajunya
Akan jatuh terhempas keras
Jika sadar bertemu dengan acuh
Dan itu menantang hukum alam
Yang telah pasti n jelas
ia kan rusak n menjadi racun
Karena nol hadir dalam rumus perkalian
1000 x 0 = 0
/Relung jiwa
Bebaskan aku disini
Terpenjara mimpi surga
Melukis indah d atas plastik
Berputar putar bak penari balet
Apalagi yang kurang
Kusempurnakan lamunan
Karena hanya ini solar hidupku
Saat semua menjauh teratur
Bagai pasir besi dengan pangkal magnet
Hening dan gelap
Adalah teman setia
Dalam kosongnya waktu
Dalam kontemplasi ulang
Dalam ruang privat
Dimana ia …
Tersadar Gemetar dalam rindu
Tertidur kalap dengan banjir peluh
Tak pernah ku berhenti
Berlari mencari
Di hutan yang gelap
Di goa yang dingin
Dalam mimpi yang berkabut
Tanpa ia , aku berkeping
berdebu tersapu angin
Disini
Aku berdoa, bahwa aku disini
/bersarung tissu
sepi memekat
Tanpa tahu arti gelap
Jauh menghela jarak
Perih mendera gerak
kosong dingin
Setia menyelimuti
Tak bosannnya
Terpaan angin
Menggoyang gubuk asaku
Jenuh heran
Dalam ,kenapa
Bunyi asing dan pesing
Racun-racun persepsi
Dengan pikiran yg terpilin
Laksana bensin
Yang menyiram bara
Hwussshhh
Jilatan api meloncat
Pongah walo sesaat
Dengan sedikit cahaya
Yang memaksa masuk
Melewati dinding gua
Kuterhela sejenak
Karena tanahku yang kering
Tersiram , meresap
Ketika hujan enggan
Turun tersenyum
Walau dalam lukisan lilin
Mengapa peluh
Tak kunjung kering
Dan terusap
Tak guna lagi
Kita bernarasi dalam drama
Yang melankolis
Disini di jalan kurdi
Aku berdiri
Menatap malam yang bisu
Dengan cita yang terluka
Dengan masa yang tersisa
Kusapu sampah-sampah hati
/benar
Sejak itu..
Ku salahkan semua
Karena aku jago menuntut n menyalahkan
Akulah yang paling berhak menilai dan memutuskan
Aku adalah objektif
Karena semuanya salah palsu sesat
Kecuali aku
Kepastian , kesempurnaan
Adalah selalu kugariskan tebal-tebal
Walau seringkali hanya dalam fantasi
Yang kosong dingin sunyi parau
Tak bosan aku bdongeng dalam gumam
Untuk menegaskan , semuanya salah
Yakin itu
Apapun siapapu bagaimanapun
Kecuali aku
Walau Mereka lelah tak berdaya kurus getir
Mereka tetap salah
Salah dan aku betul
Salah karena mereka tak sesuai harapan
Aku tak mau dengar dan tak mau tahu
Karena aku adalah manusia yang mensucikan
Aku benar-benar benar
Dan
Kau,
haram untuk membenarkanku
aku serius !!
/Kampus
Mimpi +Usaha = hasil
Adalah sempurna
Sempurna realitas nya
terlepas
Baik atau buruk penilaian
Karena ini tempat untuk belajar
Belajar mandiri
Belajar sadar
Bahwa kita kumpulan
Manusia yang berkhayal
Menuju kampus kelas dunia
Itulah slogan nya
Hmm
Mimpi yang tipis
Tipis
Jika ada revolusi besar
Revolusi kesadaran
Untuk mengabdi
Dengan tulus mencetak generasi
..
Suratan apapun kami terima
Selama etika kemanusiaan tergenggam
..
Terima kasih dosen
Kalian mengajarkan 2
Tidak ada yang bisa di andalkan
Kecuali diri kita
Dan
Jangan banyak berharap
Bergantung lah
Pada keinginan yang kuat
fesbuk n maskulinitas mahasiswa
`Ah w mau update status ahh, bĂȘte banget hari in, huft`
Kata naruto (nama samaran) ,mahasiswa 2007 (bukan mahasiswi)
Dalam hitungan permilidetik, dengan sigap segera berlarian jari-jarinya yang terlatih dengan tertib, menekan dengan tepat tombol kecil hape qwerty
Banyak sekali fenomena sekarang rakyat Indonesia eksis di dunia maya dalam negara fesbuk. Baik itu dari guru, mahasiswa , tukang sayur sampai ke para birokrat terhormat. Yang menarik adalah bukan ukuran partisipasi aktif dalam bergaul bergaya didunia itu akan tetapi yang unik ialah terciptanya pola-pola berekspresi dalam mengartikulasikan keadaan dari berbagai cara pandang yang unik dan baru dalam bentuk tulisan . adalah ketika sebagian mereka yang menuangkan ide ke dalam rangkaian kata yang membentuk kalimat status yang mendayu-dayu , diksi yang di-imut-kan, kalimat puitis inspiratif atau sekedar mengabarkan keadaan emosi saja. Bisa di katakan wajar ketika yang menulis status`itu` adalah mereka yang berasal dari golongan anak SMA ke bawah (yang notabene sangat dinamis kondisi psikisnya setiap waktu dan membutuhkan `bantuan` ). Lain soal jika kita mendapati mereka dari golongan terpelajar ,mahasiswa (bukan mahasiswi lagi).bukan diskursus gender yang kita angkat tetapi lebih ke arah memverifikasi kausalitas fenomena maskulinitas di media sosial online ,facebook.
Tidak ada masalah jika seorang lelaki mempunyai masalah dan curhat ke pada teman yang di percaya.tapi lain soal jika dalam ruang publik yang luas lelaki tersebut memberi informasi tentang kondisi privat nya , entah itu masalah yang intim atau hal yang sangat personal. Jika hal ini terus menerus berulang maka berubahlah karakter alamiah dalam kondisi ke-lelaki-an itu. Contoh kecil ialah jika ybs mudah mengeluh ,sering masuk dan terlena dalam dunia romantisme fantasi sampai tenggelam dalam kelesuan dan ketidak berdayaan . Laki-laki adalah jenis mahluk hidup dari golongan manusia yang memiliki sifat kejantanan. Kuat fisik ,mental tegar, berani menerima kompetisi adalah sifat alami purba dari seorang lelaki. Dalam dunia antropologi, lelaki di konotasikan sebagai manusia yang tangguh ,kuat dan mempunyai karakter.karena mahluk ini sering tampil dengan gagah nya menjawab masalah-masalah yang bertamu dalam dirinya.
kembali ke wacana di atas, maskulinitas dalam pergaulan modern perlahan-lahan telah mulai bergeser. Seiring waktu bergulir, perubahan adalah keniscayaan yang pasti.baik dari perkembangan cara berpikir dan pola sikap manusia-manusia. Sangat dinamis bahkan progresif, sehingga dapat merubah cara hidup atau bahkan identitas manusia. Aktualnya masalah teknologi yang berkaitan erat dengan masalah lingkungan dan kemanusiaan itu sendiri, aktualnya diskursus bayi-bayi hasil cloning dan transgender yang telah di sahkan oleh negara `maju` ,actual nya kebudayaan local kita tergerus oleh aruas budaya globalisasi dan masih banyak contoh yang sejenis. Di atas adalah sebagian contoh diktum wacana-wacana kekinian yang populer .
Kita sering beranggapan bahwa sebuah nilai-nilai universal akan berlaku di semua tempat di dunia,maka hal ini tidak berlaku ketika arus posmodernisme bergandengan tangan dengan zaman kontemporer sekarang yang menganut `globalisasi` sebagai agama barunya. Hampir semua hal mendapatkan ruang penafsiran masing-masing (relatif) dan sah. Karena manusia tidak mempunyai otoritas murni untuk mendapatkan penafsiran yang absolut. ini terjadi ketika seorang yang berkelamin lelaki mempunyai kecenderungan `strowberry`atau kebebasan menciptakan `agama-agama` . Atas nama hak asasi dan kebebasan ,Tidak ada yang berhak mengklaim salah atas pilihan manusia .dengan dalih ,biarkan mereka memilki ruang hidup karena manusia tidak ada yang mutlak benar dalam memutuskan dengan cara bagaimana manusia itu harus hidup. Selama hal itu belum mengganggu ketertiban umum ,maka masalah tersebut tidak bisa di pidanakan.
Dalam dunia fesbuk ,manusia secara sadar di pertemukan oleh sebuah lahan yang bebas untuk bisa saling mengenal, mengakses informasi dan beragam tawaran-tawaran yang di hadirkan oleh tim creator fesbuk. Ini lazim. ketika penjual selalu meng-upgrade kualitas barang dagangannya.dan ragam `konsumen fesbuk` semakin menikmati , mencintai dan bebas berkreasi dengan media yang unik tersebut. Perihal informasi data diri, data privat ,identitas personal tercantum disana sehingga terciptalah dinding tipis antara ruang public dengan ruang privat dan pada sebagian kasus dinding pembatas tersebut hilang.
Internet dan facebook adalah benda yang netral. Seperti hal nya tusuk gigi, ia membantu orang yang bermasalah dengan mulut setelah makan opor ayam, ia dapat menjadi alat kesehatan dalam terapi akupuntur namun ia juga mampu mencelakakan orang. sangat banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari penggunaan media sosial berbasis cyber ini. Disana kita akan mendapati berita terbaru dari kawan kita, grup-grup akademis hobi sampai ke ruang diskusi yang interaktif. Jika kita memanfaatkan fasilitas tersebut ,ada berapa banyak keuntungan informasi dan hal-hal baru yang kita dapatkan dalam sekali duduk menghadap ke layar computer.
Rahmat jabaril Seniman bandung,pernah mengatakan bahwa fesbuk telah menciptakan ruang imaji anak muda yang palsu sarat dengan imitasinisme terhadap tren-tren popular dan global sehingga retak identitas pemuda yang berbudaya. Satu contoh terlihat ketika anak muda ini bermain ekspresi dengan foto, terlihat jelas di mereka memaksakan sebuah `kesan ` di balik gaya ekspersi wajah mereka. absurd. Yang sebenarnya mereka menyimpan `masalah` dibalik ekspresi wajah dalam foto-foto mereka. Jika generasi muda kita hanyut dalam sensasi maya yang meninabobokan potensi dan membiarkan gairah semangat masa mudanya meleleh ke tempat yang tidak produktif. Maka hal tersebut dapat menciptakan kesimpulan determinan yang menunjukkan melemahnya tunas bangsa kita yang menjadi pewaris sah negara kita dan dalam hitungan tahun kita akan menjadi bangsa yang benar-benar mudah di tipu.
Kita mengambil jarak sejenak untuk melihat konsumen mayor aktif dari media sosial ini. Data statistic menunjukkan jarum nya ke golongan remaja. Dalam dunia psikologi, remaja adalah mereka yang berusia muda dan mempunyai potensi luar biasa (gairah dan gejolak eksistensi) dalam memandang sebuah nilai prestasi. Karena mereka belum banyak di hitamkan oleh pengalaman-pengalaman kegagalan. Keberanian , inovasi, kreativitas adalah karakter khas yang di miliki oleh pemuda (alih-alih mahasiswa).
Sangat deras memang ,arus budaya pop yang menjadi tren pergaulan di era globalisasi ,dalam dasawarsa terakhir ini. Semakin kencang arusnya sampai sebagian besar kaum muda kita di loyo-kan oleh kecanggihan teknologi. Kegandrungan chatting dan fesbuk, keranjingan main game online adalah contoh kecil kondisi ironis dalam lingkungan kita.sangat benar kita memang membutuhkan hiburan dalam porsi yang wajar.manusia dapat menjadi stress bahkan gila jika ia jarang menyentuh hiburan. Akan tetapi hiburan dapat menjadi candu yang beracun jika berlebihan kita memakainya. Karena kita mahasiswa (kelas sosial yang diklaim mempunyai kekuatan nalar lebih) tidak perlu di ragukan lagi bahwa mahasiswa bukanlah segerombolan manusia yang mudah terjebak dan terlena oleh nikmatnya barang baru.tapi mereka bisa mengendalikan dirinya untuk tetap pada garis produktif dan menjaga kelayakan sebagai seorang `mahasiswa` .
Salam darah muda
Kata naruto (nama samaran) ,mahasiswa 2007 (bukan mahasiswi)
Dalam hitungan permilidetik, dengan sigap segera berlarian jari-jarinya yang terlatih dengan tertib, menekan dengan tepat tombol kecil hape qwerty
Banyak sekali fenomena sekarang rakyat Indonesia eksis di dunia maya dalam negara fesbuk. Baik itu dari guru, mahasiswa , tukang sayur sampai ke para birokrat terhormat. Yang menarik adalah bukan ukuran partisipasi aktif dalam bergaul bergaya didunia itu akan tetapi yang unik ialah terciptanya pola-pola berekspresi dalam mengartikulasikan keadaan dari berbagai cara pandang yang unik dan baru dalam bentuk tulisan . adalah ketika sebagian mereka yang menuangkan ide ke dalam rangkaian kata yang membentuk kalimat status yang mendayu-dayu , diksi yang di-imut-kan, kalimat puitis inspiratif atau sekedar mengabarkan keadaan emosi saja. Bisa di katakan wajar ketika yang menulis status`itu` adalah mereka yang berasal dari golongan anak SMA ke bawah (yang notabene sangat dinamis kondisi psikisnya setiap waktu dan membutuhkan `bantuan` ). Lain soal jika kita mendapati mereka dari golongan terpelajar ,mahasiswa (bukan mahasiswi lagi).bukan diskursus gender yang kita angkat tetapi lebih ke arah memverifikasi kausalitas fenomena maskulinitas di media sosial online ,facebook.
Tidak ada masalah jika seorang lelaki mempunyai masalah dan curhat ke pada teman yang di percaya.tapi lain soal jika dalam ruang publik yang luas lelaki tersebut memberi informasi tentang kondisi privat nya , entah itu masalah yang intim atau hal yang sangat personal. Jika hal ini terus menerus berulang maka berubahlah karakter alamiah dalam kondisi ke-lelaki-an itu. Contoh kecil ialah jika ybs mudah mengeluh ,sering masuk dan terlena dalam dunia romantisme fantasi sampai tenggelam dalam kelesuan dan ketidak berdayaan . Laki-laki adalah jenis mahluk hidup dari golongan manusia yang memiliki sifat kejantanan. Kuat fisik ,mental tegar, berani menerima kompetisi adalah sifat alami purba dari seorang lelaki. Dalam dunia antropologi, lelaki di konotasikan sebagai manusia yang tangguh ,kuat dan mempunyai karakter.karena mahluk ini sering tampil dengan gagah nya menjawab masalah-masalah yang bertamu dalam dirinya.
kembali ke wacana di atas, maskulinitas dalam pergaulan modern perlahan-lahan telah mulai bergeser. Seiring waktu bergulir, perubahan adalah keniscayaan yang pasti.baik dari perkembangan cara berpikir dan pola sikap manusia-manusia. Sangat dinamis bahkan progresif, sehingga dapat merubah cara hidup atau bahkan identitas manusia. Aktualnya masalah teknologi yang berkaitan erat dengan masalah lingkungan dan kemanusiaan itu sendiri, aktualnya diskursus bayi-bayi hasil cloning dan transgender yang telah di sahkan oleh negara `maju` ,actual nya kebudayaan local kita tergerus oleh aruas budaya globalisasi dan masih banyak contoh yang sejenis. Di atas adalah sebagian contoh diktum wacana-wacana kekinian yang populer .
Kita sering beranggapan bahwa sebuah nilai-nilai universal akan berlaku di semua tempat di dunia,maka hal ini tidak berlaku ketika arus posmodernisme bergandengan tangan dengan zaman kontemporer sekarang yang menganut `globalisasi` sebagai agama barunya. Hampir semua hal mendapatkan ruang penafsiran masing-masing (relatif) dan sah. Karena manusia tidak mempunyai otoritas murni untuk mendapatkan penafsiran yang absolut. ini terjadi ketika seorang yang berkelamin lelaki mempunyai kecenderungan `strowberry`atau kebebasan menciptakan `agama-agama` . Atas nama hak asasi dan kebebasan ,Tidak ada yang berhak mengklaim salah atas pilihan manusia .dengan dalih ,biarkan mereka memilki ruang hidup karena manusia tidak ada yang mutlak benar dalam memutuskan dengan cara bagaimana manusia itu harus hidup. Selama hal itu belum mengganggu ketertiban umum ,maka masalah tersebut tidak bisa di pidanakan.
Dalam dunia fesbuk ,manusia secara sadar di pertemukan oleh sebuah lahan yang bebas untuk bisa saling mengenal, mengakses informasi dan beragam tawaran-tawaran yang di hadirkan oleh tim creator fesbuk. Ini lazim. ketika penjual selalu meng-upgrade kualitas barang dagangannya.dan ragam `konsumen fesbuk` semakin menikmati , mencintai dan bebas berkreasi dengan media yang unik tersebut. Perihal informasi data diri, data privat ,identitas personal tercantum disana sehingga terciptalah dinding tipis antara ruang public dengan ruang privat dan pada sebagian kasus dinding pembatas tersebut hilang.
Internet dan facebook adalah benda yang netral. Seperti hal nya tusuk gigi, ia membantu orang yang bermasalah dengan mulut setelah makan opor ayam, ia dapat menjadi alat kesehatan dalam terapi akupuntur namun ia juga mampu mencelakakan orang. sangat banyak manfaat yang bisa kita peroleh dari penggunaan media sosial berbasis cyber ini. Disana kita akan mendapati berita terbaru dari kawan kita, grup-grup akademis hobi sampai ke ruang diskusi yang interaktif. Jika kita memanfaatkan fasilitas tersebut ,ada berapa banyak keuntungan informasi dan hal-hal baru yang kita dapatkan dalam sekali duduk menghadap ke layar computer.
Rahmat jabaril Seniman bandung,pernah mengatakan bahwa fesbuk telah menciptakan ruang imaji anak muda yang palsu sarat dengan imitasinisme terhadap tren-tren popular dan global sehingga retak identitas pemuda yang berbudaya. Satu contoh terlihat ketika anak muda ini bermain ekspresi dengan foto, terlihat jelas di mereka memaksakan sebuah `kesan ` di balik gaya ekspersi wajah mereka. absurd. Yang sebenarnya mereka menyimpan `masalah` dibalik ekspresi wajah dalam foto-foto mereka. Jika generasi muda kita hanyut dalam sensasi maya yang meninabobokan potensi dan membiarkan gairah semangat masa mudanya meleleh ke tempat yang tidak produktif. Maka hal tersebut dapat menciptakan kesimpulan determinan yang menunjukkan melemahnya tunas bangsa kita yang menjadi pewaris sah negara kita dan dalam hitungan tahun kita akan menjadi bangsa yang benar-benar mudah di tipu.
Kita mengambil jarak sejenak untuk melihat konsumen mayor aktif dari media sosial ini. Data statistic menunjukkan jarum nya ke golongan remaja. Dalam dunia psikologi, remaja adalah mereka yang berusia muda dan mempunyai potensi luar biasa (gairah dan gejolak eksistensi) dalam memandang sebuah nilai prestasi. Karena mereka belum banyak di hitamkan oleh pengalaman-pengalaman kegagalan. Keberanian , inovasi, kreativitas adalah karakter khas yang di miliki oleh pemuda (alih-alih mahasiswa).
Sangat deras memang ,arus budaya pop yang menjadi tren pergaulan di era globalisasi ,dalam dasawarsa terakhir ini. Semakin kencang arusnya sampai sebagian besar kaum muda kita di loyo-kan oleh kecanggihan teknologi. Kegandrungan chatting dan fesbuk, keranjingan main game online adalah contoh kecil kondisi ironis dalam lingkungan kita.sangat benar kita memang membutuhkan hiburan dalam porsi yang wajar.manusia dapat menjadi stress bahkan gila jika ia jarang menyentuh hiburan. Akan tetapi hiburan dapat menjadi candu yang beracun jika berlebihan kita memakainya. Karena kita mahasiswa (kelas sosial yang diklaim mempunyai kekuatan nalar lebih) tidak perlu di ragukan lagi bahwa mahasiswa bukanlah segerombolan manusia yang mudah terjebak dan terlena oleh nikmatnya barang baru.tapi mereka bisa mengendalikan dirinya untuk tetap pada garis produktif dan menjaga kelayakan sebagai seorang `mahasiswa` .
Salam darah muda
Langganan:
Postingan (Atom)