sebelum berpraduga negatif dan naif , akan lebih mulia buat kita (para pembaca ) mengetahui korelasi tema di atas dengan makna tulisan ini
mahasiswa adalah kita ,mahasiswa adalah insan akademis jadi kita adalah insan akademis
mahasiswa gerakan adalah kita , mahasiswa gerakan bukan mahasiswa bodoh jadi kita bukan mahasiswa bodoh (horee ... , kita bukan mahasiswa bodoh )
ada petuah kontemporer yang berkata bahwa : `diskusi adalah alat kelamin pergerakan mahasiswa, yang tanpanya qt mjd badut2 culun` .
Gua ga tau jika Hewan atau manusia yang hidup tanpa alat kelamin , apa masih hidup atau hidup dengan ketidaknyamanan.itu bukan yang ingin gua uraikan, disini hanya ingin memperjelas jika dalam gerakan terjadi krisis budaya intelektual maka gerakan tersebut bisa di hakimi sebagai gerakan badut-badut culun. Ini bukan cercaan apalagi celaan ,ini hanya ingin membuka tirai hakikat bahwa diskusi adalah ciri pasti dari iklim intelektual dari gerakan . kenapa ?
Hmm, pertanyaan retoris
Bagaimana bisa hadir gerakan berjalan maknyus , menarik perhatian , pencapaian dari target gerakan tercapai dan gerakan mampu menjadi sinar yang menyinari pikiran-pikiran yang gelap. Memang berat dan menyusahkan jika kita sendiri senang dengan `ketidaktahuan` kita, kita nyaman dengan `kebiasaan non produktif` dan diharuskan berkawan dengan diskusi ,membaca dan menulis yang notabene kita tidak ada keinginan untuk itu (ini hanya berlaku bagi mereka yang legal menjadi anggota organisasi gerakan)
Aktivitas apa yang bisa menggantikan diskusi sebagai usaha penyegar fungsi otak atau pengupgrade nalar dengan `software pengetahuan` dengan versi teranyar? Aktivitas apa lagi yang mampu membuat berpikir benar dan bertindak benar ? yang dengannya selimut kelucuan dan keluguan tersibak dan terganti dengan cakrawala yang luas dan wawasan yang lapang.
Insan akademis adalah baju mahasiswa ,artinya ia harus mempunyai kemampuan di bidang akademis (pengetahuan sesuai disiplin ilmunya) atau ia memiliki nalar yang lebih dari mereka yang non-mahasiswa (artinya non-akademis ). Jika kita tidak mempunyai ini artinya kita tidak bernilai akademis yang artinya kita mahasiswa yang tidak berbaju , yang artinya telanjang, bugil .
(dingin dong kalo bugil, apa lagi berbugil di kota dingin seperti di bandung ini .bisa meriang plus demam )
Jika manusia itu bugil maka ia beresiko terserang berbagi penyakit (penyakit fisik ,mental , psikologis dan spritual) bugil juga terlihat lucu karena ..... (gua ga bisa nulis ,atas nama moralitas) bugil juga di anggap perbuatan kriminal karena menyalahi kodrat manusia yang harus beretika dalam kepatutan umum .
Mahasiswa dengan kodrat akademis ilmiah dan berpredikat sebagai insan rasional apalagi bagi yang masuk dalam organisasi pergerakan, maka ... (gua pikir ,pembaca sudah tahu jadi tidak perlu penulis sempitkan kesimpulan dari tujuan tulisan ini)
Bak pidato panjang yang menjenuhkan , akhir kata ada kalimat yang pelu gua ulangi dan mungkin perlu di cetak tipis (karena gak sopan ) bahwa ``mahasiswa tanpa diskusi atau tidak beriklim intelektual juga dapat di artikan sebagai mahasiswa bugil ``
Hiii , dia bugiiillll ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar