Laman

Kamis, 24 Februari 2011

Mental budak , inlander


sibuk berpikir malah bukannya sibuk bertindak. bertindak selalu meredakan dan menuntaskan masalah. hanya orang-orang terpilih yang mampu melakukan itu. orang-orang ini selalu fokus terhadap tujuannya.

lalu siapa yang memilih orang-orang terpilih ini?
mereka sendirilah yang memilih dirinya agar selalu dalam ruangan positif yang asri dan mengembirakan. hanya membutuhkan kemauan untuk berubah, hanya kemauan. gak perlu kita sempurnakan kemampuan , fasilitas menunjang jika itu semua untuk kemegahan di luar diri kita sehingga kita lupa untuk memegahkan dalam diri kita. artinya berfokuslah untuk memiliki kemauan . hanya orang yang memiliki kemauan ,yang rela melakukan apa saja agar impiannya tercapai

apapun itu, apapun itu pasti di kerjakan oleh orang yang punya kemauan. dan sejarah sepanjang manusia hidup , hanya orang yang punya kemauan (baca : gila edan gak tau malu) yang mampu membuat nyata impiannya. karena dunia ini telah di penuhi oleh manusia-manusia yang lemah , mudah cemas / gelisah ,putus asa dan ras inlander. karenanya mereka selalu memperluas pengaruhnya dan memperbanyak pengikutnya dengan meremehkan meragukan menakuti mempermalukan orang-orang yang sedang keluar dari dunia kaum inlader.

banyak orang yang terlena dengan kenyamanan tenggelam dalam kebiasaan inlanderisme. padahal jika mereka mau mengoreksi diri (kenapa mereka selalu terpuruk yang seakan-akan hidup adalah sebuah kutukan) barang sesaat mereka akan menemukan betapa sesaknya sempitnya sakitnya perihnya nestapanya menjadi kaum inlander.
perbedaan inlander dengan non inlander hanya di masalah pikiran. lagi-lagi kemauan.

apa mereka mempunyai kemauan ????
tidaak !!

mereka mempunyai alasan !! ratusan alasan .
alasan adalah pusaka terbesar mereka yang paling bernilai dan selalu mereka pegang. karena pusaka ini sangat tiada tara mereka merawatnya tiap hari kapanpun dimanapun. kita selalu melihat mereka memperlihatkan pusaka (baca : alasan) ketika mereka ada dalam kewajiban. inilah sepercik gambaran tentang gemerlapnya kesusahan dari kaum inlander. Karenanya sukarno paham betul terhadap rakyat nusantara yang dalam 350 tahun terjajah tertindas tertekan sehingga inlander tidak hanya terjadi dalam budaya sosial tetapi telah menjadi mindset stabil yang berada dalam nalar-nalar moyang kita , sehingga karakter inlander ini terbungkus dalam gen-gen dan terkodifikasi dalam DNA kita sehinga butuh usaha serius agar kita benar-benar terbebas dari sifat yang terwarisi dalam darah n sel saraf otak kita.

lawan ketakutan
lawan diri kita
lawan inlanderisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar