Empat tahun memang benar terasa cepat. Sejenak teringat dengan status fesbuk teman w “lamanya waktu kita didunia seperti lamanya jarak waktu antara adzan dan sholat , itulah kenapa ketika kita lahir kita di adzankan dan ketika kita meninggal kita di sholatkan” .tak ayal nurani dan nalarku mengangguk pelan mengakui mutlak nya kebenaran itu atas penafsiran yang demikian. Semester akhir ku , semester delapan . hiks hiks huhuhu (gaya alay gak jelas) bentar lagi mau keluar dari kampus keluar dari pergaulan remaja yang gemar mengkonsumsi nihil produksi keluar dari simulasi dinamika sosial ala kampus keluar dari riuh rendahnya ruangan kelas dan lain-lain yang w gak mungkin disebutkan utuh disini. Arti pertemuan baru memilki makna jika kita sadar kita akan berpisah. Memang benar banget ungkapan itu. Ini hampir mirip dengan perkataan kimigure ,tokoh antagonis dalam komik naruto “ kita akan sadar siapa diri kita jika kita di ambang kematian”.
Itulah makna yang tersirat dalam akitivitas rutin yang tanpa kita sadari kita mengakhiri setiap moment. Menjelang akhir tahun akademik membuat w mengenang tahun-tahun menjalani diri sebagai ‘mahasiswa’. Sedikit sok nostalgik diracik angle romantik w menulis note ini. Banyak hal w dapati dan w alami ini, n syukurnya semua hal tersebut ikut merekontruksi karakter dan kebiasaan w. Kampus memang hal yang paling menarik dalam ssepanjang kehidupan w. Di mulai dari perilaku peghuni kampus, dosen yang kemampuan mengajarnya mengecewakan sekaligus menyedihkan (tidak semua namun cenderung) , tukang parkir yang murah senyum , satpam yang setia dengan posnya, pedagang kantin belakang yang ramah-tamah ,birokrasi kampus yang suka memperumit mahasiswa , undercover kehidupan mahasiswa/i , politik tirani yang amburadul ala mahasiswa , rahasia kampus yang menyimpan banyak kepalsuan , kasus dan skandal (penulis tersenyum sekaligus senang waktu menulis ini) dan masih banyak lagi.
Itulah kampus w, unpas yang beralamat di lengkong besar nomer 68. Itu masih belum cukup karena banyak kegiatan di luar kampus yang lebih banyak menyita waktu dan menjadikannya bernilai . Wisata seminar – workshop- pameran budaya- kursus gratis- pertunjukan seni- rapat organisasi- touring motor- body building- nongkrong- merenung etc. Putihnya niat belajar kuningnya kebersamaan jingganya kesendirian merahnya semangat sosial hijaunya perjuangan kelabunya politik praktis birunya asmara ungunya pengembaraan hitamnya kemalasan dan kecurigaan adalah rangkaian simfoni dan spektrum pergulatan diri dari sejarah personal w.
Ini jauh dari kesempurnaan kisah karena memang mustahil ada cerita yang sempurna, yang pasti (seperti yang di ajarkan oleh hikmah) mensyukurinya adalah cara terbaik menikmati semuanya. Aku telan semua pengalaman ini , disedot saripatinya dan siap di lepaskan demi menyambut hal baru yang lebih segar.
Ternyata hidup itu menyenangkan (dengan catatan) bagi mereka yang berpikiran positif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar